Day #6: IKEA!

Hari terakhir di Singapura…

Bangun pagi. Mandi lalu berkemas. Sarapan sekenyangnya (gratis), check out dan ambil deposit, 50 SGD. Titipkan barang bawaan pada penjaga hostel. Dan kami pun siap ke tujuan selanjutnya. IKEA!

Apa itu IKEA?

Ikea adalah toko furniture yang super lengkap. Segala macam peralatan dan perlengkapan rumah tangga ada disini. Konsep penjualannya cukup unik dan menarik sehingga mengundang banyak pengunjung, entah hanya sekedar melihat-lihat atau membeli. Yang pasti jika bosan dengan konsep toko furniture yang biasa, Ikea sayang untuk dilewatkan.

Untuk menuju Ikea sebenarnya ada banyak cara. Lengkapnya Continue reading

Advertisements

Day #5 part 2: (still) Walk Around the Singapore

…melanjutkan postingan sebelumnya

Merlion & Esplanade

Setelah makan siang di The Banquet, tujuan kami selanjutnya adalah ke Merlion Park dan Esplanade. Untuk ke sana, dari Vivo City Mall kita harus kembali ke stasiun MRT Harbour Front dan naik MRT menuju stasiun Raffless Place. Sebelumnya kita harus berganti jalur dulu di stasiun Outram Park. (lengkapnya silahkan cek peta MRT). Jangan lupa cek selalu saldo EZlink. Jika di rasa saldo mulai menipis, silahkan isi ulang terlebih dahulu.

Keluar dari Outram Park, kita harus berjalan agak jauh untuk dapat mencapai Merlion Park. Ikuti saja petunjuk arah, lewati terowongan di bawah jembatan, dan sampailah di Merlion Park. Merlion merupakan simbol Singapura. Berupa makhluk legenda berbadan ikan dan berkepala singa. Mengunjungi Singapura rasanya tidak lengkap jika tidak datang ke Merlion Park. Dari Merlion Park ini kita dapat menikmati Esplanade dari kejauhan. Singapore Flyer juga tampak jelas dari Merlion Park. Bagi yang hobi berfoto, tempat ini sangat cocok. Bagi pecinta kopi apalagi, sebab disini terdapat Starbucks. Sedangkan, Esplanade terletak tidak jauh dari sini. Kita cukup berjalan menyeberangi jembatan untuk menuju ke Esplanade. Continue reading

Day #2: Hongkong Walking Tour!

Di hari kedua perjalanan ini, suasana pagi di Hongkong tidak jauh berbeda dengan di Macau. Langit berkabut dan hawa dingin masih menyapa. Tetapi hal itu tetap tidak menyurutkan niat kami berkeliling Hongkong hari ini. Maka segera setelah mandi, berpindah hostel (dari Kowloon New Hostel di Mirador Mansion ke Mapple Leaf Hostel di Chungking Mansion), dan mencoba sarapan di warung Arab di lantai dasar Chungking Mansion, kami pun siap memulai perjalanan menyusuri Hongkong.

Avenue of Stars & Clock Tower

Merujuk pada peta yang kami punya, Avenue of Stars merupakan lokasi terdekat yang bisa kami kunjungi dengan hanya berjalan kaki. Avenue of Stars merupakan sebuah area pejalan kaki yang mengambil contoh dari Hollywood Walk of Fame, terletak di sepanjang jalan Victoria Harbour di Tsim Sha Tsui. Avenue of Stars ini merupakan bentuk penghargaan terhadap insan perfilman Hongkong. Di sini terdapat cap telapak tangan artis-artis Hongkong, dari Bruce Lee hingga Jackie Chan. Di tempat ini, kami cukup puas berfoto dan menikmati udara di tepi laut yang segar. Sayang, pemandangan indah Hongkong Island di seberang lautan tidak tampak jelas karena terhalang kabut yang cukup tebal. Banyak turis yang berfoto, juga ada penduduk sekitar yang berolahraga. Di laut, Continue reading

The Kiosk #2: Tongseng!

yang juga maknyusss…

Melanjutkan rasa penasaran saya akan kuliner tradisional, hari Minggu kemarin (26/7/09) saya kembali datang ke The Kiosk Dago. Kali ini saya akan mencoba menu lain setelah sebelumnya mencoba Iga Bakar si Jangkung.

Saya datang agak siang, menjelang waktu makan siang. Ketika sampai suasana sudah cukup ramai. Untung ada pengunjung yang sudah selesai sehingga mejanya bisa dipakai. suasana DkioskSaya dan istri duduk di meja nomor 7 yang terletak dekat gerobak Lontong Kari. Tidak seperti sebelumnya, dimana saat memesan makanan saya harus mendatangi kios yang diinginkan, lalu duduk menunggu pesanan, kali ini saya memanggil pelayan dan meminta buku menu. Setelah melihat rupa kuliner yang ditawarkan, akhirnya saya memilih menu Tongseng Sapi si Jangkung, sedangkan istri memesan Iga Bakar si Jangkung. Untuk Tongseng, kita akan diberi 2 pilihan daging. Mau daging sapi atau daging kambing. Kebetulan kali ini saya memilih daging sapi.Untuk minuman, meski siang hari, saya memesan Teh Poci, sedangkan istri memesan Hot Lemon Tea. Continue reading

KL Trip: Day #4

Back to Indonesia…!

pagi hari di Deluxe Room First World HotelSetelah 2 hari 2 malam menikmati KL dan semalam menikmati Genting Highlands, akhirnya hari ini kami harus kembali ke Indonesia. Berhubung waktu check out pukul 12.00, kami berusaha memanfaatkan waktu yang tersisa dengan baik. Sekitar pukul 08.00 pagi kami baru terbangun. Udara masih terasa dingin sekali. Bahkan dari jendela pun hanya terlihat warna putih tanda kabut tebal menutupi pemandangan. Memang dari saat kami check in kemarin hingga pagi ini, belum satu kali pun kami menikmati pemandangan dari lantai 24 First World Hotel ini selain warna putih gumpalan kabut dan uap air yang mengembun di bibir jendela. Fasilitas TV dan radio pun tak sempat kami nikmati, juga fasilitas save deposit box yang tersedia di kamar. Waktu inap kami yang hanya semalam terasa masih kurang setelah kami mengalami proses check in yang memakan waktu hingga 4 jam. Dan di hari sepagi dan sedingin ini kami harus bangun dan segera turun untuk sarapan jika tidak ingin kehabisan.

Breakfast Time-First World Cafe

Sekedar informasi, sarapan pagi disediakan gratis oleh pihak hotel. Akan tetapi waktu dan jatah makanannya terbatas. Waktu sarapan dimulai pukul 08.00 hingga pukul 11.00 dan bertempat di First World Cafe di lantai 8. Oleh karena itu agar tidak terlambat sarapan, kami tidak mandi, tapi hanya sekedar cuci muka dan gosok gigi, lalu bersegera turun ke lantai 8. Continue reading

KL Trip: Day #3

Let’s go to Genting…!

Di hari ketiga ini merupakan hari terakhir kami di KL. Rencananya kami akan pergi ke Genting Highlands, sebuah resort wisata super lengkap yang terletak di atas bukit. Di Genting, kami akan menginap di First World Hotel yang konon memiliki lebih dari 6.000 kamar. Hiburan yang dapat dinikmati disini antara lain Indoor Theme Park (di dalam First World Hotel) dan Outdoor Theme Park (di luar hotel), serta kasino. Khusus untuk kasino, warga negara Malaysia yang muslim dilarang masuk ke tempat ini. Untuk menuju Genting Highlands, dari KL Sentral kita bisa naik taksi atau Bus Go Genting.

Paradiso Beds & Breakfast Last Day

Barang bawaanDikarenakan perjalanan hari sebelumnya yang cukup menguras tenaga, terutama kekuatan kaki, sukses membuat kami tertidur pulas dan bangun cukup siang. Karena waktu sarapan pagi yang dimulai pukul 07.00-08.00 akhirnya saya bangun duluan untuk mandi dan sarapan lalu mengambil jatah istri untuk dibawa ke kamar. Pagi itu kami berkemas. Bawaan yang tadinya hanya berupa satu tas selempang kecil, backpack, dan koper membengkak karena ditambah satu tas jinjing dan plastik besar yang berisi oleh-oleh hasil perburuan dua hari kemarin. Akhirnya setelah bersusah payah mengemasi barang bawaan, sekitar pukul 11.00 kami pun check out dari hostel dengan memberikan kunci kamar serta meminta deposit RM 10 yang telah dibayarkan pada saat check in. Continue reading