Review: Macau-Hongkong-Singapore

A wrap from my last trip…

MACAU

1. Penginapan

Di Macau kami menginap di Auguster’s Lodge yang beralamat di 24, Rua Do Dr. Pedro Jose Lobo, Floor 3J, Block 4, Edf. Kamloi, Macau. Lokasinya cukup strategis dekat dengan Senado Square dan St. Paul’s Ruins. Hostel ini terletak di salah satu gedung yang dari luar tampak kuno dan kurang terawat. Terletak di lantai 3, yang hanya bisa dicapai melalui tangga.

Hostel ini cukup kecil, hanya terdiri dari satu kamar private dan satu dorm berisi 2 bunk bed. Saat itu kami memesan kamar dorm dengan 2 bunk bed (kami berempat) dengan meja kecil diantaranya. Kamar mandi dan toilet ada di luar kamar dan hanya ada satu. Kamar dilengkapi AC dan kipas angin. Wifi tersedia gratis. Kasur cukup nyaman dan empuk. Setiap kasur diberikan selimut dan bantal. Cukup nyaman sebagai tempat beristirahat.

Memang segala yang ada di hostel ini penuh dengan keterbatasan, namun tentunya hal itu tidaklah menjadi masalah jika dilihat dari lokasinya yang dekat dengan pusat kota. Apalagi jika mengingat kami hanya menginap semalam saja, dan esoknya langsung check out.

Plus: kasur empuk dan nyaman, selimut, lokasi, fre wifi, rate murah.

Minus: kamar tidur kecil dan sempit, kamar mandi sempit dan kecil.

2. Makan

Kami tidak sempat mencoba dan mereview makanan di Macau. Sarapan pagi kami hanya berbekal mie gelas dan roti tawar lapis selai yang kami bawa sendiri. Untung air panas diberikan gratis di hostel, jadi lumayan menghemat. Untuk makan siang, kami sempat mencoba food court di Grand Canale dan mencoba Nasi Ayam Hainan. Rasanya lumayan dan yang penting harganya terjangkau dan halal. Jika dirasa kurang suka, tersedia juga masakan Melayu di food court Grand Canale. Satu-satunya makanan khas Macau yang sempat kami cicipi tak lain adalah Egg Tarts yang dijajakan toko-toko di pinggiran jalan menuju St. Paul’s Ruins.

3. Tempat Wisata

Tempat wisata di Macau cukup banyak. Keterbatasan waktu membuat kami hanya bisa mengunjungi Senado Square, St. Paul’s Ruins, dan Grand Canale. Sedangkan tempat lain semisal Goddes Kun Lam statue, Macau Tower, tidak sempat kami datangi.

4. Transportasi

Transportasi utama di Macau adalah bus dan taksi. Bus beroperasi dengan jalur yang sudah ditentukan. tarif bus berkisar paling mahal 3 MOP dan harus dibayar dengan uang pas (tunai). Taksi tersedia di setiap sudut jalan di Macau dengan tarif yang terjangkau. Yang jadi kendala adalah mengenai masalah komunikasi dengan sopir taksi ataupun sopir bus. Kebanyakan warga Macau agak sulit berbahasa Inggris.

Tips:

– Pesanlah kamar hostel jauh-jauh hari agar rate murah dan ketersediaan kamar terjamin.

– Bawa bekal makanan sendiri akan sangat membantu mengingat di Macau cukup sulit menemukan makanan halal.

– Print peta atau tulisan mengenai hostel atau tujuan kita, dan tunjukkan ke sopir taksi jika kita memilih naik taksi.

– Manfaatkan hot spot yang tersedia gratis untuk mengakses informasi tempat wisata menarik.

HONG KONG

1. Penginapan

Selama di Hongkong, kami menginap di daerah Tsim Sha Tsui, Kowloon. Pertimbangan kami menginap di sini selain lokasinya yang strategis juga relatif terjangkau. Hostel tempat kami menginap terletak di kawasan Nathan Road, salah satu jalan teramai di Hongkong yang dipenuhi pusat perbelanjaan.

Awalnya kami akan menginap di Mapple Leaf Hostel yang letaknya berada di Chungking Mansion. Namun, karena satu dan lain hal (baca disini), pemilik hostel menyarankan agar di malam pertama kami menginap di Kowloon New Hostel yang berada di Mirador Mansion. Baru di malam kedua kami dikembalikan ke Mapple Leaf Hostel. Ternyata pemilik kedua hostel ini adalah orang yang sama🙂

Kowloon New Hostel

Secara umum, kami sangat menyukai dan merekomendasikan hostel ini untuk tempat menginap di Hongkong. Meskipun harga agak sedikit lebih mahal di atas Mapple Leaf Hostel, namun dari segi kenyamanan dan lokasi, Kowloon New Hostel lebih aman dan nyaman. Ruang kamar sedikit lebih lega dibanding kamar Mapple Leaf.  Salah satu alasan mengapa tempat ini lebih nyaman adalah karena letaknya yang berada di Mirador Mansion. Mirador Mansion cenderung lebih aman karena tidak ada calo yang berkeliaran menawarkan hostel dengan cara setengah memaksa sebagaimana yang dilakukan di Chungking Mansion. Mirador Mansion pun terlihat lebih terawat daripada Chungking Mansion.

Plus: lebih aman dan nyaman, bersih

Minus: lebih mahal sedikit, free wifi agak lemot

Mapple Leaf Hostel

Kondisi Mapple Leaf hostel ternyata tak seperti yang dibayangkan sebelumnya. Meskipun letaknya berada di Chungking Mansion yang jika dilihat sepintas dari luar tampak kumuh dan kurang terawat, namun Mapple Leaf adalah sebuah hostel yang bersih, aman, dan nyaman. Hanya saja, kamar yang kami tempati terasa lebih sempit daripada kamar sebelumnya di Kowloon New Hostel. Bahkan kamar kami kebagian kamar yang tidak berjendela. Untungnya sirkulasi udara tetap mengalir berkat adanya exhaust fan dan AC split.

Plus: harga lebih murah, wifi lebih cepat

Minus: kamar lebih sempit, akses masuk Chungking Mansion agak kurang nyaman

Secara keseluruhan, kedua hostel ini cukup nyaman untuk menginap. Letaknya yang strategis, dekat dengan stasiun MTR Tsim Sha Tsui, Seven Eleven, Avenue of Stars, HK Museum Complex, McD, warung makan arab dan india, restoran cina, menjadi nilai plus bagi keduanya. Fasilitas yang ditawarkan pun bisa dibilang mewah jika dibandingkan dengan hostel yang berada di Malaysia maupun Singapura. Kedua hostel ini sudah dilengkapi private bathroom lengkap dengan shower, water heater, closet dan washbasin. Disediakan pula AC dan LCD TV. Untuk keamanan, diberikan access card yang berfungsi sebagai kunci pintu kamar.

2. Makan

Makan merupakan biaya yang cukup menguras kantong, terutama untuk di Hongkong. Minimal untuk makan paling tidak sekitar 35 HKD (sekitar Rp 40 ribu). Meski sudah membawa bekal mie gelas dan roti selai, tetap saja perut terasa lapar karena saat itu udaranya dingin. Kami sempat mencoba makanan India dan Arab. Porsinya memang besar, tapi tetap saja selera tidak sama. Ditambah sekali makan untuk sarapan, paling tidak bisa menghabiskan 100 HKD.

Alternatif makanan murah bisa diperoleh di Seven Eleven yang letaknya tidak jauh dari hostel. Sekali makan maksimum 25 HKD untuk berdua sudah cukup kenyang. Makanan berupa makanan dingin yang harus dipanaskan terlebih dahulu di microwave. Dan pihak Seven Eleven menyediakannya gratis. Satu hal yang harus diperhatikan disini adalah mengenai komposisinya, apakah mengandung pork (babi) atau tidak. Baca dengan teliti sebelum membelinya.

Bagi yang rindu masakan Indonesia, bisa datang ke Warung Malang di kawasan Causeway Bay (baca disini). Tentunya kita harus naik MTR dari TST ke Causeway Bay. Berbagai menu nusantara seperti ayam goreng, pecel lele, indomie, ada disini. Harganya pun bersahabat, sekali makan cukup 35 HKD plus minum gratis. Tak hanya itu, kita pun bisa ngobrol dengan TKI yang menjadikan Warung Malang ini sebagai tempat nongkrong wajib di akhir pekan.

3. Tempat Wisata

Hongkong merupakan tempat yang penuh dengan tempat wisata. Dari wisata pantai hingga pemandangan dari atas bukit semua ada. Selama hampir 3 hari di Hongkong, dari pagi hingga malam kami habiskan waktu mengunjungi tempat menarik di Hongkong. Dimulai dengan wisata yang dekat dengan hostel dan cukup dengan berjalan kaki, Avenue of Stars, kompleks Museum di Tsim Sha Tsui, Kowloon Park. Menyeberang dengan Star Ferry. Jalan kaki menuju Hongkong Park, Chatter Garden, hingga The Peak. Menyeberang ke Lantau Island menjumpai Giant Buddha Statue dan Ngong Ping Village. Sayang, impian masa kecil, mengunjungi Disneyland tidak bisa kami lakukan karena alasan budget mepet😛

Semua tempat wisata di atas sangat mudah dicapai. Semua petunjuk jelas dan terarah sehingga memudahkan turis berkunjung. Didukung dengan sistem transportasi terpadu, semakin membuat Hongkong menjadi salah satu tujuan wisata utama di dunia.

4. Transportasi

Satu hal yang membuat kami salut dengan Hongkong adalah sistem transportasinya yang terpadu. Dengan Octopus Card, kita bisa naik MTR dan bus kemanapun kita mau. Taksi pun mudah didapat dan argonya sesuai dengan aturan. Jarak antar pulau yang dibelah laut mampu dilewati dengan MTR dalam waktu yang singkat. Tanpa keterlambatan, semua terpantau di papan informasi berapa lama kereta selanjutnya datang. Papan informasi dan petunjuk pintu masuk dan pintu keluar sangatlah jelas. Situasi jalan raya pun nyaris tanpa macet yang berarti, karena sebagian besar penduduk Hongkong lebih memilih menggunakan MTR sebagai moda transportasi utamanya.

Tips:

– Jika bosan sarapan di Seven Eleven, belilah di Warung Malang dan bungkus untuk sarapan esok pagi🙂

– Jika terpaksa bertemu calo di Chungking Mansion, bilang saja “no, thanks”. Bilang kamu sudah pesan di hostel A atau B. Atau cuek saja langsung masuk lift.

– Bawa botol air untuk mengambil air hangat gratis dari Seven Eleven saat memanaskan makanan.

– Perhatikan komposisi makanan untuk menentukan halal dan tidak bagi yang muslim

– Selalu cek saldo Octopus Card saat keluar dari stasiun MTR dan isi ulang segera untuk kenyamanan.

SINGAPURA

1. Penginapan

Di Singapura, kami menginap di Empire Hostel yang beralamat di 202A Syed Alwi Road, off Jalan Besar, Opposite Mc Donalds New World Centre. Letak hostel ini strategis, berada di kawasan Little India, dekat dengan Mustafa Centre dan resto makanan halal serta McD. Stasiun MRT pun cukup dicapai dengan jalan kaki (Farrer Park Station).

Kami memesan satu kamar double yang sebelumnya kami kira akan mendapat ranjang double, tapi sayangnya kami malah mendapat satu tempat tidur dua tingkat. Kamarnya cukup sempit, hanya memuat satu tempat tidur dua tingkat ukuran single dan satu meja kecil di sudut tembok (sepertinya bukan tembok, tapi gypsum). Penerangan berupa lampu gantung kristal yang menempel di tembok. Adanya AC cukup menyegarkan udara kamar, mengingat kamar kami tidak ada jendelanya. Untungnya kasurnya sangat nyaman dan empuk, dilengkapi dua selimut tebal, dan dua pasang bantal dan guling. Kunci kamar diberikan dalam bentuk key card access demi keamanan. Untuk keluar kamar dan hostel harus menggunakan key card access tersebut.

Fasilitas yang diberikan di hostel ini antara lain adanya ruang nonton TV dengan DVD player dan sofa untuk kumpul-kumpul dengan backpacker lain. Untuk urusan kamar mandi, tersedia sekitar 6 kamar mandi dengan hot shower dan closet serta wastafel beserta cermin. Dapur dan pantry pun disediakan disini. Tiap pagi disediakan sarapan gratis berupa roti tawar dengan selai dan mentega, kopi, teh, maupun susu. Kita tinggal pilih dan bebas mau makan berapapun. Sayangnya untuk urusan air minum tidak disediakan disini. Untuk memperoleh satu botol air minum kita harus membayar > 1 SGD. Tapi hal itu bisa diatasi. Tak jauh dari hostel ada satu toko yang menjual air mineral botolan ukuran 1 liter seharga 1 SGD saja.

Untuk urusan koneksi internet, hostel ini menyediakan satu komputer untuk dipakai internetan gratis. Sayangnya hanya satu unit yang tersedia (saat kami menginap), sehingga harus bergantian. Tapi bagi yang membawa gadget yang mempunyai koneksi wifi, hostel ini menyediakan free wifi.

Pada saat check in, biasanya penjaga hostel akan meminta deposit sekitar 50 SGD, yang akan dikembalikan pada saat kita check out. Penjaga hostelnya cukup ramah dan cekatan.

Secara umum, Empire Hostel cukup aman dan nyaman untuk tempat menginap di Singapura dengan budget rendah.

Plus: Kebersihan terjaga, free breakfast, comfortable beds, clean bathroom, good security (electronic door lock), friendly staff, free wifi

Minus: Deposit on check in (50 SGD), kamar sempit tanpa jendela, dinding kamar tipis jadi suara luar bisa terdengar dari dalam, PC untuk akses internet kurang, air minum bayar

2. Makan

Untuk urusan perut, tak perlu kuatir. Makanan halal mudah dijumpai di Singapura, terlebih lagi di kawasan Little India dekat hostel bertebaran restoran-restoran Arab dan India yang menyajikan makanan halal dengan harga berkisar 3-7 SGD per porsi makanan. Porsi disini cukup besar, bisa dimakan berdua. Nasi Rendang, Pratha, Roti Canai, Nasi Lemak, Laksa, Kebab, ada disini. Untuk menghemat biaya makan, ada baiknya membawa bekal roti gratis dari sarapan di hostel🙂

Salah satu tempat makan hemat dan terkenal dan nyaman adalah The Banquet. Letaknya di Vivo City Mall. Jangan lupa untuk mencoba es krim jepit di Orchard Road.

3. Tempat Wisata

Singapura terkenal akan wisata belanjanya. Siapa yang tak kenal Orchard Road, Merlion Park, Esplanade? Sentosa Island juga menawarkan wisata yang tak kalah menarik. Terlebih lagi dengan baru dibangunnya Universal Studios dan Resort World Singapore. Sebagaimana Hongkong, setiap tempat wisata di Singapura mudah untuk dicapai berkat sistem transportasi terpadunya, MRT. Petunjuk arah menjamin turis tidak akan tersesat di Singapura.

4. Transportasi

MRT merupakan moda transportasi utama warga Singapura. Cepat, aman, dan nyaman. Untuk dapat menggunakan MRT, kita harus punya kartu EZlink. EZlink ini dapat digunakan untuk naik MRT, LRT, dan bus. Fungsinya hampir sama dengan Octopus Card di Hongkong. Selain MRT, LRT, dan bus, taksi pun tersedia. Jalanan di Singapura tidak mengenal macet, karena volume kendaraan pribadi sedikit. Sebagian besar warga Singapura bepergian dengan menggunakan MRT maupun bus. Selain cepat dan murah, mereka tak perlu membayar pajak yang mahal hanya untuk sebuah kendaraan pribadi.

Tips:

– Udara di Singapura cenderung kering dan panas. Sebaiknya bawa selalu botol berisi air minum saat berjalan-jalan. Gunakan sepatu yang nyaman di kaki.

– Bawa roti sarapan gratis dari hostel untuk menghemat biaya makan.

– Cek selalu saldo EZlink saat keluar stasiun MRT. Isi ulang jika dirasa nilainya tinggal sedikit.

13 thoughts on “Review: Macau-Hongkong-Singapore

    • salam kenal juga…
      btw dulu book via cc gak langsung full, tapi cuma DP aja,… sisa pembayaran full dibayar pas check in… pengalaman saya si aman..

      semoga bermanfaat..

    • hehehe… maaf ane gak ngepublish, biar google yang mencari *halah*

      tapi tanpa nanya pun lu sukses kok😀

      tnx mampir, ku link blogmu yg keren ya

  1. halo, salam kenal…saya lagi nyari2 info tentang hk-macau nih terus nyasar ke blog kamu. aku tertarik banget buat nginep di Auguster’s Lodge, kebetulan Desember besok saya akan kesana. but too bad, pas saya kirim email ke pengelolanya, mereka bilang kalo Auguster udah ditutup karena ada peraturan baru dari pemerintah…mereka sih bilang lagi nyari tempat baru buat buka lagi (berarti mungkin gak disekitaran Senado lagi) tapi mereka sendiri juga ga bisa mastiin kapan buka laginya itu😦

    apa kamu punya referensi lain, atau tau penginapan murah meriah tapi strategis di Macau?? Thanks in advance :))

    • Salam kenal juga.. Wah sayang banget ya Auguster’s Lodge sudah tutup.. Mengenai info hostel lain, maaf sekali saya tidak ada info. Ada baiknya kamu cek ke hostelworld.com atau hostelbookers.com. Silakan cek dan pilih sesuai budget dan kriteria. Kemudian cari reviewnya d internet. Semoga membantu… Tnx for visiting🙂

  2. hai,,,,salam kenal,wah bagus banget blognya.kerennnn…..btw mau nanya donk kalo mau liburan keluarga keDisneyland aq hrs ambil penerbangan HK apa Macau ya???truss kalo anak dibawah 5 thn aman nga nginap dihostel(soalnya aq bw anak 2)kalo nginap dihotel punya ref.yang terjangkau nga??thx ya…..

    • trims atas kunjungannya….

      kalo ambil penerbangan sih lebih enak di HK saja.. soalnya dari segi transportasi lebih mudah di HK dibanding di Macau. Jika ingin keduanya, bisa dipertimbangkan, berangkat tiba di Bandara Hk saja, kemudian hari keberapa gitu pindah ke Macau, dan pulang dari bandara Macau. pengalaman saya ini, lebih banyak di HK daripada di Macau. jadi tiba dan pulang dari HK. ke Macau hanya pulang pergi 1 hari saja… trims semoga bermanfaat

  3. Kira2 budget Berapa hong kong Macau Singapore Dan harga Tiket peralatan yg hemat baiknya bagaimana? Saya sekeluarga mau traveling di 25 des ember 2012 nanti. Tq be4

    • trims sudah berkunjung…

      sebagai gambaran, saya dulu berdua menghabiskan sekitar 8 juta pp..

      utk tiket pesawat kebetulan semua dapet yg promo… viva macau dari cgk-hk jetstar hk-sing dan airasia sing-cgk

      sebaiknya tentukan dulu disana mau berapa hari, mau kemana saja, kemudian cari info terkait mengenai biaya yg harus dikeluarkan beserta biaya makan dan transportasi.

      semoga bermanfaat

  4. Hai salam kenal ya,

    Aku mau nanya lebih dekat mana maple leaf & new kowloon hostel or golden crown kalau mau ke avenue star? Thx alot ya

    • Ketiganya berada di Nathan Rd, yang mana sangat strategis dan memang gak terlalu jauh untuk ke Avenue of Stars. Namun kalo memang diukur yang paling dekat ke Avenue of Stars adalah Maple Leaf Hostel yang berada di Chungking Mansion, lalu New Kowloon Hostel yang berada di Mirador Mansion, baru Golden Crown Hostel. Jadi kalo lokasi terdekat menjadi pilihan utama, Maple Leaf Hostel lah pilihan utama. Variabel lain yang bisa menjadi penentu adalah harga, free breakfast/tidak, kedekatan dengan resto McD / Sevel, stasiun MTR.

      Semoga bermanfaat dan trims sudah berkunjung🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s