One Day @Tsim Sha Tsui, Kowloon

…Sambungan dari postingan sebelumnya yang tertunda. Sorry for the inconvenience. Hope you’ll enjoy the read…!

Backpackeran part 2 di HK-Macau ini kami menginap di lokasi yang sama, yaitu Tsim Sha Tsui. Kami tiba di Bandara Internasional Chek Lap Kok hampir tengah malam waktu setempat. Setelah hampir satu jam mengurus imigrasi dan tetek bengek lainnya, kami segera mencari taksi menuju TST. Meski sempat bingung mencari arah menuju taksi dan cara berkomunikasi, apalagi ini merupakan kali pertama kami ke HK lewat Bandara Chep Lak Kok (sebelumnya via Macau), kami tetap bisa sampai ke TST berkat bantuan petugas informasi. Yep, di Chep Lak Kok, petugas informasi selalu siaga membantu. Berkat tulisan Mandarin dari petugas yang kami tunjukkan ke supir taksi, sampailah kami di TST.

Imperial Hotel

Sekitar jam 2 pagi kami tiba di Imperial Hotel. Sedikit basa-basi, cek n ricek data, check in pun selesai. Petugas hotel mengantarkan kami hingga ke kamar. Tanpa tunggu lama, kasur empuk dan AC langsung membuat kami terlelap. Pegal dan penat 5 jam perjalanan Mandala Air kami balas dengan tidur nyenyak. Charging tenaga untuk perjalanan besok.

FYI, kamar di Imperial hotel ini lumayan nyaman dan luas. Berbeda sekali saat kami menginap di Chungking Mansion. Kamar mandi dalam dengan bathtub, kasur besar dan empuk, dan yang pasti berjendela. Terdapat lemari penyimpanan dan air mineral botolan dilengkapi dengan tea & coffee maker. Nice…

Breakfast @7 eleven

Well, nothing is free in Hongkong. Imperial Hotel tidak menyediakan sarapan pagi. Tapi mereka menyediakan pintu akses khusus menuju Ootoya Restaurant yang terletak di sebelah Imperial Hotel plus harga diskon bagi pengunjung hotel. Demi menghemat waktu dan HKD, pagi-pagi buta sekitar pukul 9 waktu setempat,  kami memilih sarapan di Seven Eleven yang letaknya tidak jauh dari hotel. FYI, Seven Eleven di HK adalah semacam minimart seperti Indomaret dan Alfamart, bukan seperti Seven Eleven di Jakarta yang ada tempat nongkrongnya.

Bagi yang bingung bagaimana cara sarapan di Seven Eleven HK, berikut langkah-langkahnya: Continue reading

3rd Journey: Hongkong & Macau Again!

Well, melakukan hal yang sama dua kali bukanlah ide yang buruk. Seperti yang kami lakukan beberapa waktu lalu. Yep, kami kembali backpackeran **jika bisa dibilang begitu..** ke Hong Kong dan Macau. Perjalanan ke tempat yang sama, dengan rasa berbeda.

Ehm..
What’s the different anyway?

#1 Hotel not Hostel

Entah bisa dibilang backpackeran atau tidak jika menginap di hotel, bukan di hostel. Yep, kami menginap di Imperial Hotel, salah satu hotel yang sangat well reccommended by location dan by price. Letaknya di Nathan Rd, Kowloon. FYI, letaknya hanya dipisahkan beberapa toko elektronik dari Chungking Mansion (tempat kami menginap dulu).

Imperial Hotel menjadi pilihan kami, mengalahkan Ibis Northpoint Hotel yang terletak di HK Island. Alasan kami tentu saja, lokasi yang strategis, dekat dengan Avenue of Stars dan stasiun MTR. Paling tidak tidak perlu mengeluarkan uang lebih untuk transport ke Avenue of Stars, Kowloon Park, Clock Tower, dll. Selain itu jika dilihat di web, luas kamar Imperial Hotel lebih besar dibandingkan dengan Ibis Northpoint Hotel. Boleh dong sekali-kali backpackeran tidur di ruangan yang lega 🙂

#2 MTR + Taxi

Jika sebelumnya, transportasi utama kami hanya menggunakan MTR, kali ini kami juga sempat *terpaksa* menggunakan taksi. Alasan utama, karena capek dan kemalaman di jalan. Juga karena teman kami membawa serta anaknya, yang tentu saja kasihan jika disuruh jalan dan naik turun MTR terus. Anyway, taksi di Hongkong cukup ramah dan bersahabat, hanya tarifnya kadang bikin senyum dan kadang bikin bingung. Penasaran kenapa? Baca postingan saya selanjutnya…

#3 HK Disneyland

Akhirnya di perjalanan kedua ke Hongkong ini, kami bisa mengunjungi Hongkong Disneyland. Melunasi impian masa kecil bertemu dengan Donal Bebek dan kawan-kawan.

#4 Restaurant + 7 eleven

Urusan makan, kami pun melakukan kombinasi antara 7 eleven dan restoran. Pagi sarapan di 7 eleven, siang di resto Fast Food (McD atau KFC atau resto sejenis), malam di Chinese Restaurant. Intinya, minimal harus ada nasi dalam menu makanan. Seperti orang Indonesia lainnya, tak bisa disebut makan jika tanpa nasi.

#5 Peak Tram & Sky Terrace

Melihat Hongkong dari ketinggian tanpa halangan pandangan melalui Sky Terrace akhirnya bisa kami wujudkan di perjalanan kedua ini. Bagi yang takut ketinggian, disarankan jangan ke sini.

Peak Tram yang legendaris itu pun sempat kami coba. Perjalanan selama 15 menit lurus menuju The Peak dengan kemiringan 45′ menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

#6 Ladies Market, Mongkok

Belanja, belanja, dan belanja. Itulah kata yang tepat untuk Mongkok Ladies Market. Aneka kaos dan souvenir khas Hongkong ada di sini. Segala macam elektronik pun ada di sini. Bisa dibilang, Mongkok adalah surga belanja turis di Hongkong. Jangan ragu untuk menawar.

Kira-kira itulah nilai tambah yang kami dapat di perjalanan kedua ini. For more details, keep your eyes on my next post…