Day #3: Lantau Island & Victoria Peak

….. 5 bulan berlalu, akhirnya postingan backpacker hongkong-macau-singapore ini pun berlanjut…..

Pada hari ketiga ini, Hongkong masih tetap dingin, membuat kami yang kelelahan setelah berjalan kaki seharian kemarin enggan beranjak dari balik selimut. But, show must go on! Dan setelah mandi, sarapan roti plus bekal Mie Gelas, kami pun siap berangkat. Tujuan kami kali ini adalah mengunjungi Giant Buddha Statue, Ngong Ping Village, Po Lin Minastery, yang terletak di Lantau Island dan mencoba menikmati Hongkong dari atas melalui Victoria Peak sekaligus menjumpai artis-artis dunia di Maddame Tussauds Museum. Here we go..

Giant Buddha Statue

Untuk menuju tempat ini, dari hostel seperti biasa kami berjalan kaki menuju stasiun MTR Tsim Tsa Shui. Rute MTR yang harus ditempuh adalah Tsim Tsa Shui-Lai King (bertukar jalur menuju Tung Chung)-Tung Chung. Stasiun MTR Tung Chung merupakan pemberhentian terakhir, jadi tak perlu kuatir nyasar. Dari sini, kami keluar mengikuti petunjuk arah bertuliskan Ngong Ping. Melewati halaman Citygate Outlet Mall kami sampai di depan Stasiun Cable Car dan Terminal Bus Tung Chung. Berdasarkan informasi yang telah kami peroleh, untuk menuju lokasi Giant Buddha di Ngong Ping ada beberapa moda transportasi yang bisa dipakai. Salah satunya adalah dengan naik Ngong Ping Cable Car. Alternatif lainnya adalah dengan menggunakan Lantau Bus.

Akhirnya setelah mempertimbangkan, kami memilih naik Lantau Bus, mengingat tarifnya jauh lebih murah (HKD 35 per orang PP dibanding Ngong Ping Cable Car 96 HKD PP) juga sekaligus ingin menikmati pemandangan di Lantau Island. Bus yang kami naiki adalah Bus No. 23 berwarna hijau putih. Kami naik dari terminal bus yang letaknya bersebelahan dengan stasiun cable car. Setelah hampir satu jam perjalanan yang diisi sebagian besar dengan tidur (hehe…sisa-sisa lelah jalan kemarin masih terasa) kami pun sampai di terminal bus Ngong Ping tanpa sempat menikmati pemandangan alam pegunungan dan hijaunya alam Lantau Island. Dari terminal bus Ngong Ping, cukup dengan berjalan kaki, kami pun sampai di area Giant Buddha Statue.

Untuk menikmati Giant Buddha Statue dari dekat, kita harus menaiki 268 anak tangga. Hal ini mengingatkan saya akan Batu Caves di Kuala Lumpur. Berteman selimut kabut tipis membuat acara naik tangga kami tidak terlalu melelahkan. Sampai di atas, kami pun disuguhi pemandangan yang sangat indah. Sepanjang mata memandang, hamparan hijaunya pegunungan dan birunya langit menampilkan lukisan alam yang menakjubkan menjadi penghias tegaknya Giant Buddha Statue. Giant Buddha Statue berukuran tinggi 23 m atau 26 m jika diukur dari pelataran Lotus, dan memiliki bobot 250 ton! Pantas saja patung Buddha ini disebut sebagai “World’s Largest Seated Outdoor Bronze Statue of Budha”. Di sekelilingnya terdapat delapan patung Bodhisatvas dengan posisi menghadap patung Buddha. Tepat di bawah Patung Giant Buddha, terdapat stan souvenir, area pameran yang dilengkapi dengan tempat berdoa bagi beberapa tokoh ternama di Hongkong. Kami menghabiskan waktu cukup lama di lokasi ini, tentunya dengan mengabadikan kunjungan kami lewat foto. Puas bermain-main di sini, kami pun turun untuk menuju Ngong Ping Village yang letaknya tidak jauh dari Giant Buddha Statue.

Ngong Ping Village

Ngong Ping Village bukanlah kampung seperti yang saya bayangkan, akan tetapi lebih tepat jika dikatakan sebagai kampung cinderamata. Bagaimana tidak, dari awal masuk gerbang, terlihat jejeran toko yang menjajakan souvenir khas Hongkong. Mulai dari gantungan kunci hingga sumpit bertuliskan aksara Cina ada di sini. Sayang karena waktu yang terbatas membuat kami harus segera beranjak dari sini untuk kembali ke Hongkong Island. Sebuah magnet kulkas bertuliskan Hongkong dan sejumlah hasil foto di Giant Buddha Statue kami rasa cukup untuk dianggap sebagai oleh-oleh. Kami pun kembali ke Tung Chung Station naik MTR ke Hongkong Central Station.

Victoria Peak

Dari Hongkong Central Station, berhubung waktu sudah sore kami pun memilih naik Bus 15C ketimbang mencoba Peak Tram untuk menuju Victoria Peak. Ternyata perjalanan menuju Victoria Peak sungguh menakjubkan. Pemandangan kota Hongkong dapat dilihat jelas. Beruntung saya dan istri memilih untuk duduk di tingkat atas bus tingkat. Perasaan kagum dan deg-degan bercampur jadi satu. Kagum karena melihat kota Hongkong dari atas yang begitu indah, juga dengan lalu lintasnya yang teratur. Deg-degan karena berada di tingkat atas sehingga setiap kelokan jalan cukup menegangkan.

Sekitar 20 menitan naik bus, sampailah kami di Terminal Bus Victoria Peak. Dari situ kita cukup berjalan untuk masuk ke kawasan Victoria Peak. Victoria Peak merupakan tempat tertinggi di Hongkong dengan ketinggian 428 m diatas permukaan laut. Di Victoria Peak terdapat toko-toko serta restoran. Persis seperti mall. Untuk dapat melihat Hongkong dari atas kita harus naik ke Sky Terrace. Sayangnya, untuk itu kita harus membayar. Tak kehilangan akal, demi mendapat view Hongkong dari Victoria Peak kami pun mencari jalan. Namun sebelumnya, karena hari masih cukup terang kami memilih berkunjung ke Museum Maddame Tussauds dulu.

Maddame Tussauds

Maddame Tussauds Museum merupakan museum yang memajang koleksi patung lilin tokoh-tokoh terkenal di dunia, dari tokoh politik hingga selebriti Hollywood. Hal yang menarik di sini adalah saat berfoto bersama, dimana kita dapat berpose seolah-olah sedang berfoto dengan artis terkenal. Meski berupa patung lilin, namun setiap detail sangat diperhatikan mulai dari ujung kaki hingga ujung jempol. Tak hanya tokoh dunia dan artis saja, bahkan Astro Boy pun dibuatkan patung lilinnya. Secara umum, Maddame Tussauds di Hongkong ini hampir sama dengan yang ada di London, hanya di Hongkong ini sepertinya dilengkapi dengan artis-artis kenamaan Hongkong. Museum ini terdiri dari beberapa set dan lorong. Jika dirasa bernyali, lorong penjara tak ada salahnya dicoba.

Puas dan lelah berfoto di Maddame Tussauds Museum kamipun berusaha mencari jalan untuk bisa melihat Hongkong dari Victoria Peak tanpa harus melalui Sky Terrace. Akhirnya di pintu keluar di samping restoran The Pearl, kami bisa mendapat view Hongkong, meskipun terbatas. Tapi tak apa, yang penting gratis, hehe…

Nah, ini dia foto Hongkong dari Victoria Peak…

Sayang, udara yang mulai menusuk ditambah jadwal bus yang terbatas memaksa kami untuk segera kembali ke Central Station untuk mengejar MTR menuju Tsim Sha Tsui.

——————————————-
Note:

  1. Siapkan batere kamera anda, mengingat perjalanan hari ini banyak acara foto-foto.
  2. Tetap jangan lupa untuk membawa air mineral. Naik beratus anak tangga tentu cukup melelahkan bukan?
  3. Selalu cek saldo octopus card anda.

3 thoughts on “Day #3: Lantau Island & Victoria Peak

  1. assalamualaikum wr wb,

    Kenalin saya qifty, mau brangkat ke hkg tgl. 24 Feb sd 27 feb 2012, sdh sdh pernah ke hkg namun berdua teman dan selalu diantar jemput selama disana, nach utk besok saya bawa keluarga, jd tolong dong jadwal ke ngongping/budha pagi sampe jam brapa biar bisa langsung ke the peak. makasiy

    Salam

    qifty

    • Salam kenal juga🙂
      Mengenai jadwal jam k ngong ping saya kurang tahu, tapi waktu itu saya mengambil waktu pagi berangkat dari hotel di TST, kowloon sekitar jam 9 waktu setempat. Kira2 jam 10an sudah ada di ngong ping. Sekalian makan siang di sana. Kembali agak sorean sekitar jam 2, langsung lanjut k the peak. Bisa naik peak tram atau bus. Smpai the peak agak sore dan bisa menikmati sunset di puncak hongkong.

      Semoga bermanfaat, n trims sudah berkunjung

  2. Pingback: The Peak | esumpelo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s