The Kiosk #2: Tongseng!

yang juga maknyusss…

Melanjutkan rasa penasaran saya akan kuliner tradisional, hari Minggu kemarin (26/7/09) saya kembali datang ke The Kiosk Dago. Kali ini saya akan mencoba menu lain setelah sebelumnya mencoba Iga Bakar si Jangkung.

Saya datang agak siang, menjelang waktu makan siang. Ketika sampai suasana sudah cukup ramai. Untung ada pengunjung yang sudah selesai sehingga mejanya bisa dipakai. suasana DkioskSaya dan istri duduk di meja nomor 7 yang terletak dekat gerobak Lontong Kari. Tidak seperti sebelumnya, dimana saat memesan makanan saya harus mendatangi kios yang diinginkan, lalu duduk menunggu pesanan, kali ini saya memanggil pelayan dan meminta buku menu. Setelah melihat rupa kuliner yang ditawarkan, akhirnya saya memilih menu Tongseng Sapi si Jangkung, sedangkan istri memesan Iga Bakar si Jangkung. Untuk Tongseng, kita akan diberi 2 pilihan daging. Mau daging sapi atau daging kambing. Kebetulan kali ini saya memilih daging sapi.Untuk minuman, meski siang hari, saya memesan Teh Poci, sedangkan istri memesan Hot Lemon Tea.

Tak lama, pesanan minuman kami datang. Satu porsi Teh Poci terdiri dari satu poci teh, semangkuk kecil gula batu, dan satu cangkir kecil beserta sendoknya. Untuk Hot Lemon Tea pesanan istri terdiri dari teh yang diseduh dalam teko kaca kecil, sepiring kecil jeruk lemon, dan satu set gula pasir. Jadi kita bebas menentukan berapa manis teh yang kita minum. Dan porsinya itu, ternyata cukup banyak, bahkan sepertinya cukup untuk 2 orang.

Hot Lemon Tea, Iga Bakar, dan TongsengTeh Poci set dan TongsengTak terlalu lama menunggu, pesanan kami pun datang. Satu porsi Tongseng Sapi dan satu porsi Iga Bakar. Harum baunya sangat menggugah selera. Segera saja saya mencoba kuah tongsengnya. Rasanya enak, kaya dengan bumbu. Rasa gurih, sedikit manis dan pedas bercampur membentuk kenikmatan di mulut. Potongan kol yang tidak terlalu banyak terasa pas disandingkan dengan potongan daging sapi yang royal. Memang, potongan sapinya cukup besar dan berbentuk kotak, sehingga terlihat menyembul dari kuahnya. Tanpa dikomando, saya segera menyiramkan beberapa sendok kuah tongseng ke atas nasi putih. Sengaja saya tidak makan dagingnya dulu demi menguji nikmatnya tongseng. Ternyata, tanpa daging pun, kuahnya sudah enak. Terasa pas bercampur dengan nasi putih dan potongan kol. Setelah cukup puas menikmatinya, saya pun mencoba daging sapinya. Potongan royal daging sapi berlumur kuah saya campurkan dengan nasi. Rasanya mantap, nikmat, dan (meminjam istilah Pak Bondan) maknyusss… Hingga tak terasa dalam beberapa menit nasi telah ludes sedangkan beberapa potongan daging sapi masih tersisa di dalam tongseng. Iseng bereksperimen, saya campurkan daging sapi dari tongseng dengan kuah pedas dari Iga Bakar. Rasanya nikmat sekali. Perpaduan pedas, manis dari Iga Bakar bercampur dengan gurih dan lembutnya tongseng menggoyang lidah.

Iga Bakar dan Tongseng

Mengenai nikmatnya Iga Bakar, rasanya tak perlu saya jelaskan lagi (bisa dibaca disini). Semuanya nikmat dan pasti membuat ketagihan untuk mencobanya kembali. Harga yang kami bayar untuk menikmati semua itu Rp 55.000,- dengan rincian:

  • hot lemon tea                   Rp  7.500,-
  • teh poci                              Rp   7.500,-
  • nasi putih (2 porsi)        Rp   5.000,-
  • Tongseng                           Rp 15.000,-
  • Iga Bakar                           Rp 20.000,-

Total                                               Rp 55.000,-

The Kiosk – Dago

Jl. Ir. H. Djuanda No. 48 Bandung

Telp: 022-4265123     Fax : 022-4265121

2 thoughts on “The Kiosk #2: Tongseng!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s