Beryl’s Chocolate

Ngaku penggemar cokelat?

Buat kamu yang ngaku penggemar cokelat tentu tak asing lagi dengan yang namanya Silverqueen ataupun cokelat berlabel Delfi dan Cadburry. Memang, sebagian besar produk cokelat yang kita nikmati seringkali berasal dari dua label tersebut. Dari berbagai macam rasa dan varian dapat kita jumpai di supermarket hingga toko pinggir jalan.

Tapi pernahkah kamu mendengar cokelat Beryl’s?

Beryl’s merupakan label produk cokelat asal negeri jiran, Malaysia. Memang, jika selama ini kita boleh geram dan gemas akan beberapa tingkah laku mereka yang memancing kontroversi, kali ini boleh lah kita sedikit merasakan salah satu ’kemanisan’ mereka. Paling tidak melalui cokelat ini, kita bisa melupakan sejenak kontroversi diantara Indonesia dengan Malaysia dan terlarut dalam nikmatnya ’little brown devil’ ini. Yuk, mari… Continue reading

Advertisements

KL Trip: Day #4

Back to Indonesia…!

pagi hari di Deluxe Room First World HotelSetelah 2 hari 2 malam menikmati KL dan semalam menikmati Genting Highlands, akhirnya hari ini kami harus kembali ke Indonesia. Berhubung waktu check out pukul 12.00, kami berusaha memanfaatkan waktu yang tersisa dengan baik. Sekitar pukul 08.00 pagi kami baru terbangun. Udara masih terasa dingin sekali. Bahkan dari jendela pun hanya terlihat warna putih tanda kabut tebal menutupi pemandangan. Memang dari saat kami check in kemarin hingga pagi ini, belum satu kali pun kami menikmati pemandangan dari lantai 24 First World Hotel ini selain warna putih gumpalan kabut dan uap air yang mengembun di bibir jendela. Fasilitas TV dan radio pun tak sempat kami nikmati, juga fasilitas save deposit box yang tersedia di kamar. Waktu inap kami yang hanya semalam terasa masih kurang setelah kami mengalami proses check in yang memakan waktu hingga 4 jam. Dan di hari sepagi dan sedingin ini kami harus bangun dan segera turun untuk sarapan jika tidak ingin kehabisan.

Breakfast Time-First World Cafe

Sekedar informasi, sarapan pagi disediakan gratis oleh pihak hotel. Akan tetapi waktu dan jatah makanannya terbatas. Waktu sarapan dimulai pukul 08.00 hingga pukul 11.00 dan bertempat di First World Cafe di lantai 8. Oleh karena itu agar tidak terlambat sarapan, kami tidak mandi, tapi hanya sekedar cuci muka dan gosok gigi, lalu bersegera turun ke lantai 8. Continue reading

KL Trip: Day #3

Let’s go to Genting…!

Di hari ketiga ini merupakan hari terakhir kami di KL. Rencananya kami akan pergi ke Genting Highlands, sebuah resort wisata super lengkap yang terletak di atas bukit. Di Genting, kami akan menginap di First World Hotel yang konon memiliki lebih dari 6.000 kamar. Hiburan yang dapat dinikmati disini antara lain Indoor Theme Park (di dalam First World Hotel) dan Outdoor Theme Park (di luar hotel), serta kasino. Khusus untuk kasino, warga negara Malaysia yang muslim dilarang masuk ke tempat ini. Untuk menuju Genting Highlands, dari KL Sentral kita bisa naik taksi atau Bus Go Genting.

Paradiso Beds & Breakfast Last Day

Barang bawaanDikarenakan perjalanan hari sebelumnya yang cukup menguras tenaga, terutama kekuatan kaki, sukses membuat kami tertidur pulas dan bangun cukup siang. Karena waktu sarapan pagi yang dimulai pukul 07.00-08.00 akhirnya saya bangun duluan untuk mandi dan sarapan lalu mengambil jatah istri untuk dibawa ke kamar. Pagi itu kami berkemas. Bawaan yang tadinya hanya berupa satu tas selempang kecil, backpack, dan koper membengkak karena ditambah satu tas jinjing dan plastik besar yang berisi oleh-oleh hasil perburuan dua hari kemarin. Akhirnya setelah bersusah payah mengemasi barang bawaan, sekitar pukul 11.00 kami pun check out dari hostel dengan memberikan kunci kamar serta meminta deposit RM 10 yang telah dibayarkan pada saat check in. Continue reading

KL Trip: Day #2

1 jam lebih di antrian dan 272 anak tangga itu…

Hari kedua di KL ini, kami berencana mengunjungi Petronas Twin Towers, melihat kota KL melalui jembatan Sky Bridge yang terletak di lantai 41 dan 42. Selepas Petronas, Batu Caves yang terletak sekitar 16 km utara KL menjadi tujuan selanjutnya. Di hari kedua ini memang rencana kami hanya akan mengunjungi kedua tempat tersebut, karena menurut perkiraan, waktu untuk mengunjungi kedua tempat tersebut cukup lama. Pertama, menurut informasi, untuk naik ke Sky Bridge, kami harus mengantri tiket yang diberikan gratis. Dan waktu untuk mengantri tiket tidaklah sebentar, mengingat tiket yang dibagikan gratis dan banyak yang ingin kesana, terlebih ini weekend. Kedua, letak Batu Caves yang di luar kota tanpa akses monorail tentu lebih membutuhkan waktu yang banyak ketimbang jika letaknya dilalui akses kereta/monorail. Oleh karena itu, selepas sarapan (gratis) di hostel, sekitar pukul 07.30 kami segera meluncur menuju Petronas Twin Towers untuk mengantri tiket.

Petronas Twin Towers dari Jl. Ampangdi depan Malaysia Tourism CentreMenuruti saran pemilik hostel, dari Bukit Bintang stesen kami naik KL Monorail (RM 3,2) menuju stesen Bukit Nanas. Kami lalu turun dan berjalan kaki menuju arah Petronas Twin Towers melalui Jl. Ampang. Sebenarnya dari stesen Bukit Nanas, kami bisa transit ke Aliran Kelana Jaya dengan berjalan menyusuri koridor menuju stesen Dang Wangi lalu naik menuju stesen KLCC. Namun, untuk menghemat waktu dan Ringgit serta menuruti saran pemilik hostel, kami memilih berjalan kaki menyusuri Jl. Ampang. Suasana masih begitu sepi meski jam telah menunjukkan hampir pukul 08.00. Meskipun sepi, kedisiplinan pengguna jalan sangat terasa disini. Terbukti ketika tak sengaja saya melihat sebuah mobil berhenti di lampu merah, menunggu hijau, padahal jalanan sangat sepi. Bandingkan di Jakarta, pasti mobil seperti itu langsung tancap gas, tak perlu menunggu lampu hijau menyala. Selama menyusuri Jl. Ampang ini kami sempat melewati Malaysia Tourism Centre, pusat informasi turisme Malaysia. Disini segala macam informasi mengenai pariwisata Malaysia dapat diperoleh dengan gratis. Sayang, kami tak sempat mampir dan hanya bisa mengabadikannya melalui foto. Continue reading

KL Trip: Day #1

from Bandung to KL…

Saat ini berlibur di luar negeri bukanlah sesuatu yang sulit diwujudkan. Didukung dengan adanya penerbangan murah hingga promo tiket Rp 0,- yang ditambah lagi dengan adanya pembebasan fiskal bagi pemegang kartu NPWP semakin meringankan biaya. Seperti yang saya lakukan bersama istri saya beberapa waktu yang lalu. Liburan ini merupakan liburan berdua pertama kalinya bagi kami. Berbekal persiapan dan informasi dari internet serta promo tiket pesawat, kami pun berlibur ke Kuala Lumpur, Malaysia. Demi mendapatkan harga tiket yang murah, kami berangkat dari Bandung.

Berangkat dari Bandara Husein Sastranegara, pesawat Air Asia yang kami naiki pun mulai take off sekitar pukul 06.00 WIB. Lama perjalanan sekitar 2 jam. Dengan perbedaan waktu 1 jam lebih cepat di Malaysia, kami sampai di LCCT sekitar pukul 09.00 waktu Malaysia. Setelah melalui proses pengecekan imigrasi dan pemindaian suhu, kami melanjutkan perjalanan keluar dari LCCT menuju Kuala lumpur. Dekat pintu keluar terdapat beberapa loket bus yang bertujuan KL Sentral. Sebagai informasi, KL Sentral merupakan pusat terminal transportasi di Kuala Lumpur. Berbagai macam kereta dan bus bermuara dan berangkat dari terminal ini.

LCCT-KL Sentral-Bukit Bintang

suasana AerobusAwalnya kami ingin naik Skybus milik Air Asia dengan tarif RM 9 per orang, namun sayang loketnya kosong sehingga kami naik Aerobus dengan tarif RM 8 per orang. Ternyata Aerobus pun cukup nyaman dinaiki. Hingga tak sadar kamipun tertidur hingga bus sampai di KL Sentral sekitar pukul 11.00. Selanjutnya berbekal kertas print pemesanan hostel dan bertanya orang, kami keluar dari KL Sentral dan mencari stasiun KL Monorail yang letaknya di luar KL Sentral. Tiba di stasiun KL Monorail, kami membeli tiket untuk tujuan Bukit Bintang Stesen dengan rate RM 2.1/orang. Dalam waktu sekitar 15 menit kami pun sampai di Bukit Bintang yang notabene adalah kawasan ramai di KL (semacam Orchard Road). Di sekitar Bukit Bintang terdapat berbagai macam mall dan hotel. Continue reading