KL Trip: Day #4

Back to Indonesia…!

pagi hari di Deluxe Room First World HotelSetelah 2 hari 2 malam menikmati KL dan semalam menikmati Genting Highlands, akhirnya hari ini kami harus kembali ke Indonesia. Berhubung waktu check out pukul 12.00, kami berusaha memanfaatkan waktu yang tersisa dengan baik. Sekitar pukul 08.00 pagi kami baru terbangun. Udara masih terasa dingin sekali. Bahkan dari jendela pun hanya terlihat warna putih tanda kabut tebal menutupi pemandangan. Memang dari saat kami check in kemarin hingga pagi ini, belum satu kali pun kami menikmati pemandangan dari lantai 24 First World Hotel ini selain warna putih gumpalan kabut dan uap air yang mengembun di bibir jendela. Fasilitas TV dan radio pun tak sempat kami nikmati, juga fasilitas save deposit box yang tersedia di kamar. Waktu inap kami yang hanya semalam terasa masih kurang setelah kami mengalami proses check in yang memakan waktu hingga 4 jam. Dan di hari sepagi dan sedingin ini kami harus bangun dan segera turun untuk sarapan jika tidak ingin kehabisan.

Breakfast Time-First World Cafe

Sekedar informasi, sarapan pagi disediakan gratis oleh pihak hotel. Akan tetapi waktu dan jatah makanannya terbatas. Waktu sarapan dimulai pukul 08.00 hingga pukul 11.00 dan bertempat di First World Cafe di lantai 8. Oleh karena itu agar tidak terlambat sarapan, kami tidak mandi, tapi hanya sekedar cuci muka dan gosok gigi, lalu bersegera turun ke lantai 8. Continue reading

Advertisements

Esumpelo: Paspor Tanpa Calo?

Yap!
Hari gini bikin paspor masih ketemu calo? Gak lagi lah ya…

Memang tidak dapat kita pungkiri sejak lama jika calo selalu ada dalam hal pelayanan publik. Entah itu calo tiket kereta api, calo SIM dan STNK, hingga calo pembuatan paspor. Tapi sebenarnya praktek percaloan itu dapat kita hindari sendiri. Cukup luangkan waktu untuk mengurus sendiri. Seperti yang saya lakukan saat pembuatan paspor beberapa waktu yang lalu.

Standar prosedur resmi pembuatan paspor adalah lima hari kerja. Dan memang benar, selama 5 hari kerja paspor saya sudah jadi. Tentunya paspor tersebut saya urus sendiri. Cepat dan mudah, plus tanpa lewat calo, jadi saya tidak perlu merogoh kantong untuk pungutan yang tidak resmi.

Paspor

Paspor

Awalnya saya pikir membuat paspor itu adalah hal yang sulit, mengingat sebelumnya saya menyempatkan diri browsing mencari info mengenai pembuatan paspor dan menemukan banyak sekali keluhan mengenai praktek percaloan. Mulai dari yang mengurus paspor sendiri (mengikuti aturan) tapi malah menjadi lama dan akhirnya tidak terurus, hingga pengurusan paspor melalui biro jasa dan calo yang malah menghabiskan waktu dan dana yang tidak sedikit. Tapi ada juga yang menginformasikan bahwa pembuatan paspor ternyata cukup mudah dan cepat tanpa perantara calo. Menurut beberapa blog dan situs yang saya kunjungi, semua menginformasikan bahwa Kantor Imigrasi Depok adalah tempat yang aman dan nyaman dalam pembuatan paspor, karena relatif mudah dan cepat serta bebas calo. Continue reading