Day #5 part 2: (still) Walk Around the Singapore

…melanjutkan postingan sebelumnya

Merlion & Esplanade

Setelah makan siang di The Banquet, tujuan kami selanjutnya adalah ke Merlion Park dan Esplanade. Untuk ke sana, dari Vivo City Mall kita harus kembali ke stasiun MRT Harbour Front dan naik MRT menuju stasiun Raffless Place. Sebelumnya kita harus berganti jalur dulu di stasiun Outram Park. (lengkapnya silahkan cek peta MRT). Jangan lupa cek selalu saldo EZlink. Jika di rasa saldo mulai menipis, silahkan isi ulang terlebih dahulu.

Keluar dari Outram Park, kita harus berjalan agak jauh untuk dapat mencapai Merlion Park. Ikuti saja petunjuk arah, lewati terowongan di bawah jembatan, dan sampailah di Merlion Park. Merlion merupakan simbol Singapura. Berupa makhluk legenda berbadan ikan dan berkepala singa. Mengunjungi Singapura rasanya tidak lengkap jika tidak datang ke Merlion Park. Dari Merlion Park ini kita dapat menikmati Esplanade dari kejauhan. Singapore Flyer juga tampak jelas dari Merlion Park. Bagi yang hobi berfoto, tempat ini sangat cocok. Bagi pecinta kopi apalagi, sebab disini terdapat Starbucks. Sedangkan, Esplanade terletak tidak jauh dari sini. Kita cukup berjalan menyeberangi jembatan untuk menuju ke Esplanade. Continue reading

Advertisements

Day #5: Walk Around the Singapore

Hari kedua di Singapura…

Di hari kedua ini, kami berencana memutari Singapura. Tak perlu takut tersesat, Singapura adalah kota yang ramah untuk turis maupun backpackers. Semua jalan bertanda dan tertulis dengan jelas. Berbekal peta MRT dan catatan kecil, kami pun memulai perjalanan dari hostel menuju stasiun MRT terdekat, Farrer Park.

Sentosa Island

Siapapun yang pergi ke Singapura, pastinya tak akan melewatkan tempat rekreasi ini. Sentosa Island bisa disebut sebagai ‘Dufan’ nya Singapura. Berbagai macam wahana wisata terdapat di sana, mulai dari Pantai hingga pertunjukkan sinar laser (Songs of The Sea).

Untuk kesana, kami naik MRT dari stasiun Farrer Park ke Harbour Front. Dari Harbour Front tinggal ikuti petunjuk arah saja. Kita akan melewati Vivo City Mall, sebuah pusat perbelanjaan yang cukup terkemuka di Singapura. Kami sempat masuk ke outlet National Geographic. Keren memang, tapi harganya menguras kantong. So, kami pun langsung menuju lantai paling atas dimana pintu masuk ke Sentosa Island terletak. Dari Vivo City Mall, kita harus naik Sentosa Express (MRT menuju Sentosa Island). Di Sentosa Island terdapat 3 pemberhentian selain Sentosa Station yang terletak di dalam Vivo City Mall, yaitu Waterfront station, Imbiah Station, dan Beach Station.

Continue reading

Day #4 part 2: @Singapore

Melanjutkan postingan Macau-Hongkong-Singapore yang sempat terputus…

Arrived @Singapore

Setelah beberapa jam terbang dengan Jetstar, akhirnya kami mendarat di Changi. Setelah melewati pos imigrasi, kami sempat mencoba akses internet dan kursi pijat yang disediakan gratis untuk penumpang pesawat yang baru tiba. Lumayan untuk meregangkan sendi-sendi kaki selepas jalan kaki di Hongkong kemarin :P.

Di Singapura, akhirnya kami berpisah dengan dua teman kami yang beberapa hari kemarin menemani perjalanan di Macau dan Hongkong. Mereka hanya punya waktu beberapa jam untuk transit, sedangkan kami (saya dan istri) masih memiliki 2 hari tersisa untuk menikmati Singapura.

Goes to Hostel

Dari Changi, kami naik MRT menuju Empire hostel, tempat dimana saya dan istri akan menginap selama 2 malam ke depan. Tak sulit mencapai hostel ini. Cukup naik MRT dari Changi airport (ikuti petunjuk arah menuju stasiun MRT) menuju stasiun Ferrer Park. Dari Ferrer Park, cukup dengan berjalan kaki menuju Mustafa Centre. Empire hostel terletak 2 blok di belakang Mustafa Centre.

Di Mustafa Centre, akhirnya kami berpisah. Dua teman kami memanfaatkan waktu transit untuk memborong oleh-oleh di Mustafa Centre. Sedangkan kami berdua lanjut check in terlebih dahulu di hostel.

Continue reading

Day#4: Hongkong to Singapore

Di hari terakhir backpackeran di Hongkong ini, kami tidak sempat jalan kemana-mana kecuali ke Bandara. Yap, kami harus segera mengejar pesawat pagi ke Singapura. Dari Hongkong ke Singapura kami naik Jetstar Airways, salah satu maskapai penerbangan yang hampir sama dengan Air Asia. Jadwal keberangkatan kami adalah pukul 10.00 waktu Hongkong.

Pagi, selepas mandi dan sarapan seadanya kami segera mengejar waktu menuju Bandara. Tidak seperti saat di Kuala Lumpur dimana untuk menuju Bandara, akses transportasi cukup terjangkau dan murah. Di Hongkong, letak Bandara ternyata terpisah pulau dengan tempat kami menginap. Dan jelas kami harus mengambil akses transportasi tercepat dalam hal ini MTR. Awalnya kami ingin mencoba naik bus, akan tetapi kami buta jalur bus. Pilihan lain yang lebih nyaman, taksi. Tetapi mengingat waktu dan takut terjebak macet (selain harga yang mahal tentunya), akhirnya kami naik MTR. Dari hostel kami cukup berjalan kaki ke stasiun MTR terdekat, Tsim Sha Tsui. Dari situ kami naik MTR menuju Central (Hongkong). Nah ternyata harga tiket MTR Airport Express per orang yaitu 100 HKD! Jumlah yang cukup mahal untuk kantong backpackeran. Hampir putus asa, untungnya ternyata dengan membeli secara group (4 orang) jauh lebih murah, yaitu HKD 140/ 4 orang.  Singkat kata, kami pun menuju airport.


Tiba di Hongkong International Airport, masih tersisa cukup waktu untuk sekedar berjalan-jalan dan juga sarapan. Dengan sisa HKD yang cukup tipis, akhirnya kami dapat sarapan di 7 Eleven . Tak lama kami pun check in dan terbang menuju Singapura.

Merlion, here we come…!

………………………………………………………………………………………….

Notes & Tips:

  1. Sisakan HKD mu, minimal 100 HKD untuk Airport Express.
  2. Tak lelah saya ingatkan untuk selalu cek saldo Octopus Card.

Day #3: Lantau Island & Victoria Peak

….. 5 bulan berlalu, akhirnya postingan backpacker hongkong-macau-singapore ini pun berlanjut…..

Pada hari ketiga ini, Hongkong masih tetap dingin, membuat kami yang kelelahan setelah berjalan kaki seharian kemarin enggan beranjak dari balik selimut. But, show must go on! Dan setelah mandi, sarapan roti plus bekal Mie Gelas, kami pun siap berangkat. Tujuan kami kali ini adalah mengunjungi Giant Buddha Statue, Ngong Ping Village, Po Lin Minastery, yang terletak di Lantau Island dan mencoba menikmati Hongkong dari atas melalui Victoria Peak sekaligus menjumpai artis-artis dunia di Maddame Tussauds Museum. Here we go..

Giant Buddha Statue

Untuk menuju tempat ini, dari hostel seperti biasa kami berjalan kaki menuju stasiun MTR Tsim Tsa Shui. Rute MTR yang harus ditempuh adalah Tsim Tsa Shui-Lai King (bertukar jalur menuju Tung Chung)-Tung Chung. Stasiun MTR Tung Chung merupakan pemberhentian terakhir, jadi tak perlu kuatir nyasar. Dari sini, kami keluar mengikuti petunjuk arah bertuliskan Ngong Ping. Melewati halaman Citygate Outlet Mall kami sampai di depan Stasiun Cable Car dan Terminal Bus Tung Chung. Berdasarkan informasi yang telah kami peroleh, untuk menuju lokasi Giant Buddha di Ngong Ping ada beberapa moda transportasi yang bisa dipakai. Salah satunya adalah dengan naik Ngong Ping Cable Car. Alternatif lainnya adalah dengan menggunakan Lantau Bus.

Continue reading

Day #2: Hongkong Walking Tour!

Di hari kedua perjalanan ini, suasana pagi di Hongkong tidak jauh berbeda dengan di Macau. Langit berkabut dan hawa dingin masih menyapa. Tetapi hal itu tetap tidak menyurutkan niat kami berkeliling Hongkong hari ini. Maka segera setelah mandi, berpindah hostel (dari Kowloon New Hostel di Mirador Mansion ke Mapple Leaf Hostel di Chungking Mansion), dan mencoba sarapan di warung Arab di lantai dasar Chungking Mansion, kami pun siap memulai perjalanan menyusuri Hongkong.

Avenue of Stars & Clock Tower

Merujuk pada peta yang kami punya, Avenue of Stars merupakan lokasi terdekat yang bisa kami kunjungi dengan hanya berjalan kaki. Avenue of Stars merupakan sebuah area pejalan kaki yang mengambil contoh dari Hollywood Walk of Fame, terletak di sepanjang jalan Victoria Harbour di Tsim Sha Tsui. Avenue of Stars ini merupakan bentuk penghargaan terhadap insan perfilman Hongkong. Di sini terdapat cap telapak tangan artis-artis Hongkong, dari Bruce Lee hingga Jackie Chan. Di tempat ini, kami cukup puas berfoto dan menikmati udara di tepi laut yang segar. Sayang, pemandangan indah Hongkong Island di seberang lautan tidak tampak jelas karena terhalang kabut yang cukup tebal. Banyak turis yang berfoto, juga ada penduduk sekitar yang berolahraga. Di laut, Continue reading

Day #1: Macau!

Setelah melewatkan waktu selama lebih kurang 5 jam di pesawat, akhirnya Viva Macau yang kami tumpangi pun mendarat di Bandara Internasional Macau. Kami tiba sekitar pukul 01.30 dini hari waktu Macau. Hawa dingin langsung menyergap sekujur tubuh. Untung kami tidak lupa membawa jaket. Memang, ada baiknya sebelum mengunjungi suatu tempat, sebelumnya kita mencari tahu info mengenai cuaca di tempat tersebut, agar tidak terjadi salah kostum karena membawa pakaian yang tidak sesuai dengan cuaca.

Setelah melewati imigrasi, dengan bantuan peta hasil print yang kami bawa, Taxi pun meluncur ke Augusters Lodge yang terletak di Rua de Dr. Pedro Jose Lobo. Selama perjalanan, saya terkagum dengan cahaya lampu Macau. Setiap sudut jalan berjajar kasino-kasino dengan desain dan arsitektur yang unik dan menarik. Sayang saya tidak sempat mengabadikannya.

Sekitar pukul 02.00 dini hari, kami pun tiba di hostel. Naik ke lantai 3, menekan bel, lalu kami pun check in di tengah kantuk penjaga hostel. Tak banyak yang bisa kami lakukan saat itu selain membersihkan diri dan beranjak tidur. Continue reading