Hong Kong Disneyland

Di hari ketiga ini, kami mengalokasikan seharian penuh bermain di HK Disneyland. Lelah perjalanan di Macau kemarin tidak menyurutkan niat dan semangat menuju ke HK Disneyland.

Tsim Sha Tsui – HK Disneyland

Sebelum berangkat, tetap yang utama adalah sarapan. Cukup bosan dengan menu sarapan swalayan di Seven Eleven, kami pun mencoba sarapan di McD. Yep, tenyata tidak jauh dari hotel, terdapat McD. Jadilah acara isi perut pagi itu dilakukan di McD.

Untuk menuju HK Disneyland, dari Tsim Sha Tsui, kita harus naik MTR menuju ke stasiun Lai King, lalu berganti jalur ke arah Tung Chung dan berhenti di stasiun Sunny Bay. Dari Sunny Bay ini, kita cukup menunggu kereta khusus ke Disneyland. Tak perlu takut salah naik, sebab kereta Disneyland ini mudah dikenali karena bentuk jendelanya berupa siluet kepala Mickey Mouse.

Continue reading

Back to Macau

Mengunjungi Hongkong tidak lengkap jika tidak mampir ke Macau. Seperti yang kami lakukan lagi. Mengenai perjalanan ke Macau, sebenarnya tidak ada yang berbeda dengan perjalanan sebelumnya. Tetap dilakukan dalam satu hari akan tetapi kami start dari Hongkong. Untuk menuju ke Macau, kita harus naik kapal Ferry. Terdapat dua pilihan Kapal Ferry menuju Macau, First Ferry di Kowloon dan Turbojet di Sheung Wan. Kami memilih naik Turbojet karena lebih nyaman dan jadwalnya lebih banyak.

Imperial Hotel – HK Ferry Terminal

Dari hotel, kami sarapan terlebih dahulu di Seven Eleven. Selesai mengisi perut, kami lanjutkan dengan berjalan kaki menuju stasiun MTR Tsim Sha Tsui untuk menuju ke stasiun MTR Sheung Wan. Keluar stasiun Sheung Wan, kami ikuti petunjuk arah dan sampailah di Shun Tak Center. HK Ferry Terminal terletak di lantai atas. Sampai di atas ikuti petunjuk arah letak loket dan bacalah jadwal dengan teliti. Dan akhirnya kami membeli tiket untuk keberangkatan terdekat jam 12.00 siang waktu setempat. Sambil menunggu, tak ada salahnya mengisi perut lagi untuk bekal di jalan. Jadilah kami nongkrong di Starbucks dan makan KFC paket sarapan.

Tak lama kemudian, terdengar pengumuman bahwa Ferry ke Macau sudah dipersiapkan. Kami pun bergegas masuk ke pelabuhan. Cukup banyak antrian penumpang pada hari itu. Tapi untunglah setelah menunggu beberapa lama, antrian pun berjalan tertib dan satu persatu penumpang masuk ke kapal. Kami duduk sesuai dengan nomor tiket. Beberapa menit berselang, kapal mulai bergoyang dan bergerak perlahan menjauhi HK Ferry Terminal untuk menuju Macau.     Continue reading

One Day @Tsim Sha Tsui, Kowloon

…Sambungan dari postingan sebelumnya yang tertunda. Sorry for the inconvenience. Hope you’ll enjoy the read…!

Backpackeran part 2 di HK-Macau ini kami menginap di lokasi yang sama, yaitu Tsim Sha Tsui. Kami tiba di Bandara Internasional Chek Lap Kok hampir tengah malam waktu setempat. Setelah hampir satu jam mengurus imigrasi dan tetek bengek lainnya, kami segera mencari taksi menuju TST. Meski sempat bingung mencari arah menuju taksi dan cara berkomunikasi, apalagi ini merupakan kali pertama kami ke HK lewat Bandara Chep Lak Kok (sebelumnya via Macau), kami tetap bisa sampai ke TST berkat bantuan petugas informasi. Yep, di Chep Lak Kok, petugas informasi selalu siaga membantu. Berkat tulisan Mandarin dari petugas yang kami tunjukkan ke supir taksi, sampailah kami di TST.

Imperial Hotel

Sekitar jam 2 pagi kami tiba di Imperial Hotel. Sedikit basa-basi, cek n ricek data, check in pun selesai. Petugas hotel mengantarkan kami hingga ke kamar. Tanpa tunggu lama, kasur empuk dan AC langsung membuat kami terlelap. Pegal dan penat 5 jam perjalanan Mandala Air kami balas dengan tidur nyenyak. Charging tenaga untuk perjalanan besok.

FYI, kamar di Imperial hotel ini lumayan nyaman dan luas. Berbeda sekali saat kami menginap di Chungking Mansion. Kamar mandi dalam dengan bathtub, kasur besar dan empuk, dan yang pasti berjendela. Terdapat lemari penyimpanan dan air mineral botolan dilengkapi dengan tea & coffee maker. Nice…

Breakfast @7 eleven

Well, nothing is free in Hongkong. Imperial Hotel tidak menyediakan sarapan pagi. Tapi mereka menyediakan pintu akses khusus menuju Ootoya Restaurant yang terletak di sebelah Imperial Hotel plus harga diskon bagi pengunjung hotel. Demi menghemat waktu dan HKD, pagi-pagi buta sekitar pukul 9 waktu setempat,  kami memilih sarapan di Seven Eleven yang letaknya tidak jauh dari hotel. FYI, Seven Eleven di HK adalah semacam minimart seperti Indomaret dan Alfamart, bukan seperti Seven Eleven di Jakarta yang ada tempat nongkrongnya.

Bagi yang bingung bagaimana cara sarapan di Seven Eleven HK, berikut langkah-langkahnya: Continue reading

Review: Macau-Hongkong-Singapore

A wrap from my last trip…

MACAU

1. Penginapan

Di Macau kami menginap di Auguster’s Lodge yang beralamat di 24, Rua Do Dr. Pedro Jose Lobo, Floor 3J, Block 4, Edf. Kamloi, Macau. Lokasinya cukup strategis dekat dengan Senado Square dan St. Paul’s Ruins. Hostel ini terletak di salah satu gedung yang dari luar tampak kuno dan kurang terawat. Terletak di lantai 3, yang hanya bisa dicapai melalui tangga.

Hostel ini cukup kecil, hanya terdiri dari satu kamar private dan satu dorm berisi 2 bunk bed. Saat itu kami memesan kamar dorm dengan 2 bunk bed (kami berempat) dengan meja kecil diantaranya. Kamar mandi dan toilet ada di luar kamar dan hanya ada satu. Kamar dilengkapi AC dan kipas angin. Wifi tersedia gratis Continue reading

Day #5: Walk Around the Singapore

Hari kedua di Singapura…

Di hari kedua ini, kami berencana memutari Singapura. Tak perlu takut tersesat, Singapura adalah kota yang ramah untuk turis maupun backpackers. Semua jalan bertanda dan tertulis dengan jelas. Berbekal peta MRT dan catatan kecil, kami pun memulai perjalanan dari hostel menuju stasiun MRT terdekat, Farrer Park.

Sentosa Island

Siapapun yang pergi ke Singapura, pastinya tak akan melewatkan tempat rekreasi ini. Sentosa Island bisa disebut sebagai ‘Dufan’ nya Singapura. Berbagai macam wahana wisata terdapat di sana, mulai dari Pantai hingga pertunjukkan sinar laser (Songs of The Sea).

Untuk kesana, kami naik MRT dari stasiun Farrer Park ke Harbour Front. Dari Harbour Front tinggal ikuti petunjuk arah saja. Kita akan melewati Vivo City Mall, sebuah pusat perbelanjaan yang cukup terkemuka di Singapura. Kami sempat masuk ke outlet National Geographic. Keren memang, tapi harganya menguras kantong. So, kami pun langsung menuju lantai paling atas dimana pintu masuk ke Sentosa Island terletak. Dari Vivo City Mall, kita harus naik Sentosa Express (MRT menuju Sentosa Island). Di Sentosa Island terdapat 3 pemberhentian selain Sentosa Station yang terletak di dalam Vivo City Mall, yaitu Waterfront station, Imbiah Station, dan Beach Station.

Continue reading

Day #3: Lantau Island & Victoria Peak

….. 5 bulan berlalu, akhirnya postingan backpacker hongkong-macau-singapore ini pun berlanjut…..

Pada hari ketiga ini, Hongkong masih tetap dingin, membuat kami yang kelelahan setelah berjalan kaki seharian kemarin enggan beranjak dari balik selimut. But, show must go on! Dan setelah mandi, sarapan roti plus bekal Mie Gelas, kami pun siap berangkat. Tujuan kami kali ini adalah mengunjungi Giant Buddha Statue, Ngong Ping Village, Po Lin Minastery, yang terletak di Lantau Island dan mencoba menikmati Hongkong dari atas melalui Victoria Peak sekaligus menjumpai artis-artis dunia di Maddame Tussauds Museum. Here we go..

Giant Buddha Statue

Untuk menuju tempat ini, dari hostel seperti biasa kami berjalan kaki menuju stasiun MTR Tsim Tsa Shui. Rute MTR yang harus ditempuh adalah Tsim Tsa Shui-Lai King (bertukar jalur menuju Tung Chung)-Tung Chung. Stasiun MTR Tung Chung merupakan pemberhentian terakhir, jadi tak perlu kuatir nyasar. Dari sini, kami keluar mengikuti petunjuk arah bertuliskan Ngong Ping. Melewati halaman Citygate Outlet Mall kami sampai di depan Stasiun Cable Car dan Terminal Bus Tung Chung. Berdasarkan informasi yang telah kami peroleh, untuk menuju lokasi Giant Buddha di Ngong Ping ada beberapa moda transportasi yang bisa dipakai. Salah satunya adalah dengan naik Ngong Ping Cable Car. Alternatif lainnya adalah dengan menggunakan Lantau Bus.

Continue reading

KL Trip: Review n Tips

Meskipun suasana di luar sana sedang tidak mengenakkan antara Indonesia dan Malaysia, tapi cuek saja lah. Semua orang di dunia pun tahu mana yang benar. Sebagai warga negara Indonesia, seharusnya kita tidak perlu terpancing. Semua orang di dunia tahu Malaysia itu ngefans berat sama Indonesia. Bukan begitu?

Well, di luar konteks di atas, saya hanya ingin berbagi mengenai review, tips, n trik jalan-jalan ke KL. Semoga berguna dan tentunya melalui review ini bisa memajukan pariwisata Indonesia agar dapat dikelola lebih baik lagi dan dapat dikenal masyarakat dunia. Jadi bukan Bali saja yang terkenal, tetapi yang lain juga. Tinggal bagaimana kita (pemerintah dan pihak yang berwenang mengelolanya).

Here we go… Continue reading