KL Trip: Day #1

from Bandung to KL…

Saat ini berlibur di luar negeri bukanlah sesuatu yang sulit diwujudkan. Didukung dengan adanya penerbangan murah hingga promo tiket Rp 0,- yang ditambah lagi dengan adanya pembebasan fiskal bagi pemegang kartu NPWP semakin meringankan biaya. Seperti yang saya lakukan bersama istri saya beberapa waktu yang lalu. Liburan ini merupakan liburan berdua pertama kalinya bagi kami. Berbekal persiapan dan informasi dari internet serta promo tiket pesawat, kami pun berlibur ke Kuala Lumpur, Malaysia. Demi mendapatkan harga tiket yang murah, kami berangkat dari Bandung.

Berangkat dari Bandara Husein Sastranegara, pesawat Air Asia yang kami naiki pun mulai take off sekitar pukul 06.00 WIB. Lama perjalanan sekitar 2 jam. Dengan perbedaan waktu 1 jam lebih cepat di Malaysia, kami sampai di LCCT sekitar pukul 09.00 waktu Malaysia. Setelah melalui proses pengecekan imigrasi dan pemindaian suhu, kami melanjutkan perjalanan keluar dari LCCT menuju Kuala lumpur. Dekat pintu keluar terdapat beberapa loket bus yang bertujuan KL Sentral. Sebagai informasi, KL Sentral merupakan pusat terminal transportasi di Kuala Lumpur. Berbagai macam kereta dan bus bermuara dan berangkat dari terminal ini.

LCCT-KL Sentral-Bukit Bintang

suasana AerobusAwalnya kami ingin naik Skybus milik Air Asia dengan tarif RM 9 per orang, namun sayang loketnya kosong sehingga kami naik Aerobus dengan tarif RM 8 per orang. Ternyata Aerobus pun cukup nyaman dinaiki. Hingga tak sadar kamipun tertidur hingga bus sampai di KL Sentral sekitar pukul 11.00. Selanjutnya berbekal kertas print pemesanan hostel dan bertanya orang, kami keluar dari KL Sentral dan mencari stasiun KL Monorail yang letaknya di luar KL Sentral. Tiba di stasiun KL Monorail, kami membeli tiket untuk tujuan Bukit Bintang Stesen dengan rate RM 2.1/orang. Dalam waktu sekitar 15 menit kami pun sampai di Bukit Bintang yang notabene adalah kawasan ramai di KL (semacam Orchard Road). Di sekitar Bukit Bintang terdapat berbagai macam mall dan hotel.

Turun dari Monorail, kami berjalan sebentar menyusuri Jl. Bukit Bintang mencari Paradiso Hostel. Awalnya kami kira hostel tersebut akan terlihat dari luar. Tapi ternyata kami salah, letak hostel tersebut memang sangat strategis di pinggir jalan diapit beberapa toko. Akan tetapi letak persisnya ternyata di dalam ruko, dan untuk masuk, kami harus melalui sebuah pintu lorong kecil bertuliskan paradiso dan naik ke lantai 2. Berhubung waktu check in adalah pukul 13.00 dan kami tiba pukul 11.45, maka kami hanya check in dan membayar sisa DP lalu menitipkan tas dan koper untuk mencari makan di luar.

Karena perut yang masih belum bisa menyesuaikan, kami pun memilih makan di McD, RM 23.45 untuk dua buah paket burger dan coke. Setelah kenyang, kami menyusuri sebentar jalan bukit bintang dan berakhir di sebuah warnet. Istri saya pun online di FB dan Plurk, sementara saya hanya menemani sekaligus melepas penat di kursi. Satu jam lebih kami pun selesai dan membayar RM 4 lalu kembali ke hostel dan check in. Penat yang terasa membawa kami tertidur hingga pukul 5 sore.

KL Walking Tour

Puas beristirahat, kami pun mandi lalu bersiap jalan-jalan menyusuri KL dengan bekal itinerary yang sudah saya rencanakan sebelumnya. Rencananya, kami akan melakukan walking tour KL. Berawal dari Masjid Jamek berlanjut ke Sultan Abdul Samad Building, Dataran Merdeka, Petaling Street (Chinatown), Central Market, dan berakhir di Sri Mahariamman Temple. Selepas itu kami berencana melihat Petronas Twin Tower pada malam hari. Untuk itu, kami naik KL Monorail kembali ke KL Sentral, lalu membeli tiket kereta lain, yaitu Kelana Jaya Line dan turun di stesen Masjid Jamek.

Tiba di Masjid Jamek, tepat saat adzan Maghrib berkumandang, sehingga kami tidak bisa masuk dan harus puas mengabadikannya dari luar saja.

di depan Masjid JamekSultan Abdul Samad BuildingSelepas dari Masjid Jamek, perjalanan pun dimulai. Menyusuri trotoar kami melangkah menuju Sultan Abdul Samad Building. Sesampainya disana, hari telah benar-benar gelap. Di seberang terlihat Dataran Merdeka. Meskipun begitu, acara foto-foto tetap jalan. Mengingat waktu yang beranjak malam, kami lalu kembali menyusuri jalan. Berbekal petunjuk jalan, kami tiba di Petaling Street (Chinatown). Chinatown (Petaling Street)Istri saya membeli oleh-oleh kaos yang cukup banyak (RM 44) beserta dua set gantungan kunci (RM 12). Sedangkan saya hanya mengambil gambar dari kejauhan. Suasana Chinatown waktu itu mulai ramai. Berbagai kios dagangan dibuka, di salah satu belokan jalan, para pedagang makanan kaki lima tampak semangat memasak untuk memenuhi pesanan pembeli. Sayang, kami tidak sempat mencoba, karena selain takut kemalaman, kami masih kurang yakin akan kehalalan makanan di sini. Langkah kaki pun menuntun kami menuju Central Market (Pasar Seni).

di depan Central Market (Pasar Seni)Di Central Market, kami hanya berkeliling sebentar. Istri saya membeli sebuah magnet kulkas yang terbuat dari kayu berbentuk pintu gerbang Central Market seharga RM 7.9. Di Central Market, berbeda dengan di Chinatown, dimana barang di sini tidak bisa ditawar lagi. Kemudian, tata letak dan lokasi kios lebih rapih ketimbang di Chinatown, sebab Central Market berada di dalam sebuah bangunan, sedangkan Chinatown berlokasi di pinggiran jalan yang hanya ramai di malam hari.

Suria KLCC-Petronas Twin Towers

Malam makin larut, kami pun beranjak dari Central Market menuju Petronas Twin Tower. Acara ke Sri Mahariamman Temple kami batalkan karena sepertinya lebih bagus jika mengunjunginya pada siang hari (yang mana tidak jadi kami kunjungi). Dari Central Market, kami menyeberang jalan dan langsung menuju stesen Pasar Seni untuk naik Kelana Jaya Line lagi. Untuk menuju Petronas Twin Tower, kami membeli tiket (sekitar RM 3.5) dengan tujuan stesen KLCC (Kuala Lumpur City Centre). Tiba di KLCC waktu telah menunjukkan pukul 20.30 waktu setempat. Ternyata stesen KLCC terletak di lower ground Suria KLCC, sebuah mall yang terletak di bagian bawah Petronas Twin Tower. Tak sengaja istri melihat outlet Vincci lalu membeli sepasang sendal. FYI, harga Vincci di Suria KLCC ini jauh lebih murah (RM 29.3) jika dibandingkan dengan harga di Indonesia. Tak heran istri saya langsung membelinya, terlebih lagi saat itu sedang ada program diskon.

Suria KLCCPetronas Twin TowersLepas dari godaan Vincci, kami berjalan keluar lalu mengambil foto di sekitar danau yang terletak di teras belakang Petronas Twin Tower. Merasa kurang puas, kami pun berjalan memutar menuju teras depan Petronas Twin Tower lalu kembali menyalurkan hasrat berfoto ria. Memang benar, Petronas Twin Tower akan sangat indah jika dilihat di malam hari. Mungkin ada sekitar satu jam kami melakukan aksi foto di depan Petronas Twin Tower.

Mie GorengNasi GorengPuas berfoto, kami pun pulang menuju hostel. Tidak dengan taksi, tidak pula dengan kereta. Akan tetapi dengan berjalan kaki! Ya, kami akhirnya memutuskan untuk berjalan kaki dari Petronas Twin Tower hingga hostel. Berbekal peta Kuala Lumpur yang memang saya bawa, juga didukung dengan keengganan melakukan tawar menawar dengan taksi (FYI, Taksi di KL jarang/hampir tidak pernah memakai argo, terlebih di malam hari) kami pun mulai melakukan perjalanan kaki. Hampir selama satu jam kami berjalan sambil bertanya, dan sampailah kami di bukit bintang. Perut yang lapar mengusik rasa penasaran sehingga kami pun menuju sebuah kedai makanan di belakang hostel. Karena nasi lemak sudah habis, saya memesan nasi goreng ayam dan istri memesan mie goreng. Untuk minuman, teh tarik hangat jadi pilihan.

Teh TarikEntah karena lidah yang belum menyesuaikan diri ataukah perut yang sedang rewel, nasi gorengnya kurang terasa nikmat, begitu pula dengan mie gorengnya. Rasanya jauh sekali dengan nasi dan mie goreng di Indonesia. Di sini, rasanya kurang gurih, kurang asin, yang ada cenderung rasa pedas dan hambar. Beda dengan masakan Indonesia yang royal bumbu, bikin lidah berdecak nikmat. Ah, saat itu sontak saya jadi teringat nasi rendang, sate ayam, maupun pecel ayam. Untung teh tariknya masih terasa enak dan mampu kami habiskan. Meski makanan tidak habis, kami tetap membayar RM 9 untuk semuanya. Mengakhiri perjalanan di hari pertama ini, kami pun menuju hostel.Mandi air hangat, beres-beres belanjaan lalu mengakhirinya di tempat tidur. Mengisi energi untuk perjalanan esok hari…

To be continued…

One thought on “KL Trip: Day #1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s