Esumpelo: Paspor Tanpa Calo?

Yap!
Hari gini bikin paspor masih ketemu calo? Gak lagi lah ya…

Memang tidak dapat kita pungkiri sejak lama jika calo selalu ada dalam hal pelayanan publik. Entah itu calo tiket kereta api, calo SIM dan STNK, hingga calo pembuatan paspor. Tapi sebenarnya praktek percaloan itu dapat kita hindari sendiri. Cukup luangkan waktu untuk mengurus sendiri. Seperti yang saya lakukan saat pembuatan paspor beberapa waktu yang lalu.

Standar prosedur resmi pembuatan paspor adalah lima hari kerja. Dan memang benar, selama 5 hari kerja paspor saya sudah jadi. Tentunya paspor tersebut saya urus sendiri. Cepat dan mudah, plus tanpa lewat calo, jadi saya tidak perlu merogoh kantong untuk pungutan yang tidak resmi.

Paspor

Paspor

Awalnya saya pikir membuat paspor itu adalah hal yang sulit, mengingat sebelumnya saya menyempatkan diri browsing mencari info mengenai pembuatan paspor dan menemukan banyak sekali keluhan mengenai praktek percaloan. Mulai dari yang mengurus paspor sendiri (mengikuti aturan) tapi malah menjadi lama dan akhirnya tidak terurus, hingga pengurusan paspor melalui biro jasa dan calo yang malah menghabiskan waktu dan dana yang tidak sedikit. Tapi ada juga yang menginformasikan bahwa pembuatan paspor ternyata cukup mudah dan cepat tanpa perantara calo. Menurut beberapa blog dan situs yang saya kunjungi, semua menginformasikan bahwa Kantor Imigrasi Depok adalah tempat yang aman dan nyaman dalam pembuatan paspor, karena relatif mudah dan cepat serta bebas calo.

Berbekal informasi tersebut saya pun mencoba membuat paspor di Kantor Imigrasi Depok yang beralamat di Jl. Margonda Raya No. 42 Depok. Bagi yang belum tahu, letak Kantor Imigrasi ini dekat dengan Kantor Walikota Depok. Letaknya tidak di pinggir jalan, namun agak masuk ke Gang. Jika bingung, silahkan bertanya pada orang, mereka pasti tahu.

Satu hal yang perlu dicatat adalah bahwa saat ini proses pembuatan paspor dapat dilakukan di Kantor Imigrasi mana pun tanpa memperhatikan KTP domisili (KTP saya beralamat di Jakarta Timur). Agar efektif dan efisien, saya menyiapkan segala macam berkas yang dibutuhkan sebagai persyaratan agar tidak perlu bolak-balik karena berkas tidak lengkap. Berikut persyaratan pembuatan paspor:

  1. Mengisi formulir permohonan paspor RI dengan benar dan lengkap (perdim 11, yang dapat diperoleh di kantor imigrasi);
  2. Melampirkan berkas asli dan foto kopi identitas diri, antara lain ; Kartu Tanda Penduduk (KTP); Akte Kelahiran (KK) dan atau Surat Tanda Tamat Belajar/Ijazah; Surat Kawin/Akte Nikah bagi yang telah menikah;
  3. Paspor RI yang lama bagi pemohon penggantian paspor RI;
  4. Surat ganti nama (jika direncanakan akan dilakukan perubahan atau pergantian nama)
  5. Rekomendasi tertulis dari atasan atau pimpinan bagi mereka yang bekerja sebagai PNS, karyawan BUMN, TNI/Polri atau Karyawan Swasta;
  6. Pemohon melakukan pembayaran sesuai ketentuan yang berlaku (Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2007 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia RI).

Saya sarankan jika ingin membuat paspor, datanglah di pagi hari agar tidak terlalu antri. Seperti yang saya lakukan saat pembuatan paspor kemarin. Saya tiba di Kanim(Kantor Imigrasi) Depok sekitar pukul 08.00 pagi. Saat itu loket pendaftaran baru dibuka dan belum terlalu banyak antrian.

Pertama, saya menuju loket antrian meminta formulir pembuatan paspor. Kemudian petugas memberi formulir sekaligus mewajibkan membeli map kuning dan materai Rp 3.000,- di koperasi. Di koperasi, satu map kuning dan materai dijual Rp 10.000,-. Setelah itu, isi formulir lalu setelah lengkap, berikan ke petugas di loket pendaftaran. Petugas akan memeriksa kelengkapan berkas sekaligus menginformasikan jika masih ada berkas yang kurang. Jika kurang lengkap, maka permohonan kita akan dikembalikan dan disuruh untuk dilengkapi. Jika sudah lengkap, petugas akan memberikan bukti tanda terima berkas dan mewajibkan kita datang untuk wawancara, foto, dan pemindaian sidik jari dua hari kerja kemudian (hari ke-3).

Di hari ke-3 kita cukup menyerahkan bukti tanda terima pada petugas pendaftaran lalu menunggu panggilan pemotretan dan wawancara serta pemindaian sidik jari. Setelah dipanggil, kita lalu melakukan pembayaran terlebih dahulu di loket pembayaran. Setelah melakukan pembayaran, petugas akan memberikan bukti lunas pembayaran. Setelah itu kita menunggu hingga dipanggil untuk wawancara serta pemotretan dan pemindaian sidik jari. Setelah semuanya selesai, kembali ke loket pendaftaran dan memberitahukan kepada petugas jika kita telah melakukan proses wawancara dan pemotretan. Petugas lalu akan membubuhkan tanggal dan jam berapa kita bisa mengambil paspor. Biasanya waktu pengambilan paspor adalah hari kerja ke-5.

Di hari ke-5, kita datang lagi dan menyerahkan bukti pembayaran kepada petugas pengambilan paspor. Kemudian petugas akan menyuruh kita memfotokopi paspor halaman depan dan belakang (lagi-lagi di koperasi). Sekedar informasi, koperasi menetapkan harga Rp 500,- perlembar fotokopi. Selain itu koperasi juga menjual sampul paspor seharga Rp 6.000,-. Untuk itu saya mengeluarkan Rp 7.000,- untuk dua lembar fotokopi paspor dan satu sampul paspor. Setelah itu, hasil fotokopi kita serahkan kepada petugas di bagian pengambilan paspor. Kemudian petugas akan menyerahkan paspor yang sudah jadi setelah kita menandatangani bukti pengambilan paspor.

Dan proses pembuatan paspor baru pun selesai. berikut total biaya yang saya keluarkan untuk pembuatan paspor di Kanim Depok:

  1. Paspor 48 halaman     Rp  200.000,-
  2. Foto                                   Rp     55.000,-
  3. Sidik Jari                         Rp     15.000,-
  4. Map Kuning                   Rp       7.000,-
  5. Materai                            Rp       3.000,-
  6. Fotokopi                          Rp       1.000,-
  7. Sampul Paspor              Rp       6.000,-

Total                                                Rp 287.000,-  (belum termasuk biaya transportasi)

Nah, tidak sulit bukan membuat paspor? Asal tahu langkah dan prosedurnya, tentu kita tidak perlu berurusan dengan calo. Cukup lima hari kerja dan meluangkan waktu sedikit, kita pun siap ke Luar Negeri. Jika masih merasa bingung dan ingin tahu lebih banyak mengenai tata cara dan prosedur pembuatan paspor, silahkan berkunjung ke web Ditjen Imigrasi di http://www.imigrasi.go.id/.

Semoga bermanfaat!

3 thoughts on “Esumpelo: Paspor Tanpa Calo?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s