Back to Macau

Mengunjungi Hongkong tidak lengkap jika tidak mampir ke Macau. Seperti yang kami lakukan lagi. Mengenai perjalanan ke Macau, sebenarnya tidak ada yang berbeda dengan perjalanan sebelumnya. Tetap dilakukan dalam satu hari akan tetapi kami start dari Hongkong. Untuk menuju ke Macau, kita harus naik kapal Ferry. Terdapat dua pilihan Kapal Ferry menuju Macau, First Ferry di Kowloon dan Turbojet di Sheung Wan. Kami memilih naik Turbojet karena lebih nyaman dan jadwalnya lebih banyak.

Imperial Hotel – HK Ferry Terminal

Dari hotel, kami sarapan terlebih dahulu di Seven Eleven. Selesai mengisi perut, kami lanjutkan dengan berjalan kaki menuju stasiun MTR Tsim Sha Tsui untuk menuju ke stasiun MTR Sheung Wan. Keluar stasiun Sheung Wan, kami ikuti petunjuk arah dan sampailah di Shun Tak Center. HK Ferry Terminal terletak di lantai atas. Sampai di atas ikuti petunjuk arah letak loket dan bacalah jadwal dengan teliti. Dan akhirnya kami membeli tiket untuk keberangkatan terdekat jam 12.00 siang waktu setempat. Sambil menunggu, tak ada salahnya mengisi perut lagi untuk bekal di jalan. Jadilah kami nongkrong di Starbucks dan makan KFC paket sarapan.

Tak lama kemudian, terdengar pengumuman bahwa Ferry ke Macau sudah dipersiapkan. Kami pun bergegas masuk ke pelabuhan. Cukup banyak antrian penumpang pada hari itu. Tapi untunglah setelah menunggu beberapa lama, antrian pun berjalan tertib dan satu persatu penumpang masuk ke kapal. Kami duduk sesuai dengan nomor tiket. Beberapa menit berselang, kapal mulai bergoyang dan bergerak perlahan menjauhi HK Ferry Terminal untuk menuju Macau.    

Macau Terminal Maritimo – Grand Canale Venetian Hotel & Casino

Setelah kurang lebih 1 jam perjalanan laut, Turbojet yang kami naiki pun merapat di Macau Terminal Maritimo. Lepas dari imigrasi, kami segera berjalan menuju free shuttle bus station. FYI, demi menarik pengunjung, hotel dan casino di Macau menyediakan shuttle bus gratis dari pelabuhan ke hotel mereka. Seperti saat itu, kami menunggu shuttle bus Venetian Hotel & Casino. Meskipun gratis, jangan bayangkan naiknya berebutan. Disini semua dilakukan dengan tertib, jadi tidak perlu kuatir tidak kebagian tempat duduk. Kalaupun tidak dapat, bisa naik shuttle bus selanjutnya yang bisa ditunggu dalam hitungan menit.

Tak lama, shuttle bus kami pun datang. Kami naik dan berangkat. Sepanjang perjalanan kita bisa melihat dan mengabadikan sisi Macau yang menggabungkan desain klasik tradisional dengan konsep modern. Beberapa tempat menarik yang kami lihat sepanjang perjalanan adalah Goddes Kun Lam Statue dan Macau Tower.

Grand Canale – Lunch @3 Monkeys

Grand Canale sebenarnya merupakan Mall yang berada dalam Venetian Casino & Hotel. Meskipun tidak berniat belanja maupun berjudi di Macau, tetap saja Grand Canale ini banyak menarik minat pengunjung. Konsep Grand Canale ini adalah indoor replica dari kota Venesia, Italia, lengkap dengan kanal-kanal dan perahu Gondola. Pengayuh dayungnya pun bisa bernyanyi ala Italia. Jika ingin mencoba, sayangnya harus membayar. Jika ada pasangan yang naik gondola, maka pengayuh dayung akan menyanyikan lagu ala Italia. Cukup romantis memang, apalagi pasti pengunjung lainnya akan berkumpul dan menonton serta mengabadikan momen itu melalui kamera. Serasa menjadi pasangan yang baru menikah :D

Well, dengan waktu yang tidak banyak dan mengingat tidak ada niatan membeli barang di Grand Canale ini, maka kami lanjutkan saja dengan makan siang di 3 Monkeys, restoran berkonsep hutan lengkap dengan boneka monyet. Cukup menarik untuk dijadikan tempat berfoto. Untuk makanan, 3 Monkeys menyajikan menu internasional. Berikut beberapa diantaranya.

Grand Canale – St. Paul’s Ruin – Senado Square

Lepas dari Grand Canale, kami langsung mencari taksi menuju St. Paul’s Ruin dan Senado Square. Satu taksi untuk 5 orang, lebih efisien di waktu dan tenaga tentunya :P .

Di St. Paul’s Ruin aktivitas utama adalah naik tangga dan berfoto. Siapapun yang ke Macau tentunya tidak akan melewatkan St. Paul’s Ruin. Seperti seorang wisatawan asal Jerman yang mengaku sebagai bike ambassador. Yep, dia mengaku sedang melakukan perjalanan keliling dunia dengan menggunakan sepeda. Dan kebetulan saat itu dia sampai di Macau. Tak disia-siakan kamipun sempat berfoto dengannya. Well, meskipun sejatinya St. Paul’s Ruin hanya berupa fasad gereja, namun nilai historisnya mampu menyedot turis dari seluruh dunia untuk mendatanginya.

Dari St. Paul’s Ruin, berjalanlah ke bawah untuk menuju Senado Square. Jangan lupa untuk menikmati Portugesse Egg Tarts yang terkenal itu. Sebenarnya ada beberapa toko pastry yang menjajakan Egg Tarts, namun biasanya hanya satu yang sangat ramai dikunjungi pembeli, yaitu Pastelaria Koi Kei. Entahlah, tapi kami pun terbius mengikuti ramainya orang untuk menikmati Pastelaria Koi Kei Egg Tarts.

Sambil menikmati Egg Tarts, kami pun menuju ke Senado Square. Sedikt berfoto dan menikmati suasana sore di Macau. Karena hari sudah cukup sore dan mengingat jadwal ferry pulang jam 18.00 waktu setempat, kami pun segera bergegas menuju lokasi antrian taksi.

Senado Square – Terminal Maritimo

Suasana Macau sebenarnya mulai menampakkan diri sepanjang perjalanan dari Senado Square ke Terminal Maritimo. Beragam lampu hias berwarna-warni menyemarakkan Macau menyambut malam. Sepertinya tak ada saat istirahat di Macau. Siang Macau terkesan tenang, akan tetapi di malam hari Macau berubah menjadi kota yang dinamis dan berwarna-warni. Sayangnya, hingga saat ini kami belum sempat menikmati suasana malam di Macau. Well, maybe next time…

Dan perjalanan hari itu kami akhiri dengan sedikit memejamkan mata di Turbojet yang membawa kami kembali ke Hongkong.

________________________________________________

Notes:

  1. Teorinya, mata uang Hongkong (HKD) dan Macau (MOP) itu memiliki nilai yang sama, 1 HKD=1 MOP. Akan tetapi kenyataannya, nilai tukar MOP lebih rendah dibandingkan dengan HKD, kisaran 1 HKD=0,88 MOP. Sebaiknya jika membawa HKD ke Macau, tukarkan ke MOP di money changer yang berada di Terminal Maritimo (Western Union).
  2. Sebelum memutuskan ke Macau, sebaiknya cek jadwal dan tarif Ferry di website masing-masing (link ada di postingan ini) agar bisa menyesuaikan waktu.
  3. Di Macau tidak ada MTR, yang ada hanya bus dan taksi. Jika tidak mau direpotkan dengan menghapal rute bus dalam bahasa Portugis dan China, ada baiknya naik taksi.
About these ads

One thought on “Back to Macau

  1. Pingback: Hong Kong Disneyland | esumpelo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s